Waspada! 15 Kecamatan di Rohul Rawan Banjir

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Rohul - Letak geografis Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berada dekat kawasan perbukitan berpotensi besar terjadi bencana alam. Banjir bandang, angin puting beliung dan tanah longsor merupakan ancaman terbesar saat ini.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul Aceng Herdiana bahwa ada 15 kecamatan dari 16 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana alam, baik bencana banjir, puting beliung, dan bencana tanah longsor.
Dari 15 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana di antaranya Kecamatan Kuntodarussalam, Kepenuhan, Kabun, Tandun, Rokan IV Koto, Kepenuhan Hulu, Rambah, Rambahsamo, dan Rambah Hilir.
Berdasarkan perkiraan BMKG, jelas Aceng, diperkirakan hujan besar terjadi pada November 2014 lalu telah menyebabkan bencana banjir di beberapa desa dan tanah longsor di Kecamatan Rokan IV Koto.
Dan pada Desember ini, hujan relatif lebih kecil dari bulan sebelumnya. Namun demikian, curah hujan yang tidak biasa menjadi penyebab utama terjadi bencana alam di Kabupaten Rohul.
Sebelumnya, Kecamatan Tambusai Utara yang aman dari bencana banjir, kini masuk dalam kategori daerah rawan banjir. Sedangkan Kecamatan Pendalian IV Koto, menjadi satu-satunya kecamatan yang aman dari bencana alam.
Sesuai catatan BPBD Rohul, dua desa di Kecamatan Rambah masuk kategori waspada dini banjir bandang, seperti Desa Rambah Tengah Hulu dan Desa Tanjung Belit. Di dua desa itu, air dari hulu sungai cepat datang dan merendam pemukiman warga. Namun demikian, air cepat surut.
Dusun Pawan Desa Rambah Tengah Hulu yang berbatasan dengan perbukitan berpotensi banjir bandang. Warga setempat diminta lebih waspada dan tidak membuang sampah di aliran sungai, sebab akan menghambat aliran sungai. Dia sarankan masyarakat untuk pindah ke daerah lebih tinggi.
"Banjir di hulu sungai berpotensi banjir bandang. Seluruh masyarakat di aliran sungai agar selalu waspada," imbau Aceng.
Dia mengajak seluruh Kepala Desa di daerah rawan banjir untuk melakukan semacam persiapan menghadapi bencana, seperti menyiapkan lokasi lebih tinggi untuk relokasi warga jika sewaktu-waktu terjadi banjir bandang.
Aceng mengakui trend angin puting beliung meningkat dari tahun ke tahun. Bencana tersebut disebabkan adanya perbedaan musim di dua daerah saling berdekatan.
Selain bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor, hujan disertai petir juga mengancam jiwa. Dalam dua bulan terakhir, petir menyambar dua warga Desa Menaming, Kecamatan Rambah, dan menyebabkan seorang anak meninggal dunia.
Dan pada Sabtu (20/12/14) lalu sekira pukul 18.23 WIB, petir menyambar pemancar Radio Suara Lima Luhak milik Pemkab Rohul. Akibat sambaran itu, peralatan radio rusak dan menyebabkan tidak bisa beroperasi sementara waktu. [cp]

