Anak teknisi Air Asia nangis terus, ayahnya tak kunjung pulang

Anak teknisi Air Asia nangis terus, ayahnya tak kunjung pulang

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Leli Nurmala (50) Kakak kandung Syaiful Rahmat (38) tekhnisi Pesawat Air Asia yang hilang kontak sejak kemarin mengaku sedih dan pasrah kepada Tuhan. Namun sebelum kejadian, Leli tak mendapat firasat maupun mimpi apapun sebelum pesawat tempat adiknya bekerja itu menghilang.

"Ngak ada firasat apa-apa. Sebelum kejadian kami juga masih telpon-telponan," kata Leli, dirumahnya jalan Rambutan Pekanbaru, Senin (29/12/14).

Leli menceritakan, sang adik Syaiful menikah 8 tahun yang lalu, istrinya bernama Yeni, dan memiliki 3 orang anak yang masih kecil-kecil.

"Syaiful memiliki 3 orang anak, Najwa (perempuan), Jaumar (laki-laki) dan Arkan (Laki-laki). Diantara Ketiganya, Jaumar lah yang paling terpukul atas peristiwa itu," ujar janda dua anak itu.

Leli menjelaskan, anak pertama Syaiful masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD), sedangkan yang paling bungsu masih balita dan tidak mengerti sepenuhnya tentang kejadian tersebut.

Sang istri Yeni sering berkomunikasi via telepon dan mengatakan kepada Leli, bahwa anaknya Jaumar sering menangis karena bapaknya (Syaiful) tidak kunjung pulang.

Sejak kejadian hilangnya pesawat Air Asia tersebut, Leli dan istri Syaiful saling menelfon dan melakukan komunikasi untuk mengetahui perkembangan terbaru.

"Yeni (istri Syaiful) selalu menangis saat telfonan dengan saya. Saya hanya bisa menguatkannya, agar tetap sabar dan tabah, ikhlaskan saja kepada Allah Swt," kata Leli dengan raut wajah yang sedih. [Pan]