Akses jalan ke desa hampir putus, Pemda Bengkalis kok diam?

Akses jalan ke desa hampir putus, Pemda Bengkalis kok diam?

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Bengkalis - Masyarakat Kabupaten Bengkalis, mengeluhkan kondisi jalan di Desa Muntai, Kecamatan Bantan yang hancur dan rusak parah. Sejumlah lubang-lubang besar menganga di tengah jalan dan mengakibatkan banyak kendaraan yang terperosok dan tidak bisa meneruskan perjalanan.

Informasi yang dihimpun, di lapangan, jika sebelumnya kerusakan parah terjadi di dusun Penurun, kini “pindah” ke jalan yang berpenduduk padat. Herannya tidak ada upaya dari pemerintah untuk menutup lubang-lubang itu, minimal dengan belahan batang kelapa.

Yudi, warga Kembung Luar, Jumat (5/12/14) mengatakan, sebulan terakhir, warga di Desa Teluk Pambang, Kembung Luar, Kembung Baru dan Teluk Lancar, terpaksa melewati desa Muntai jika ingin berurusan ke kota Bengkalis, karena jalan poros desa Kembung Baru menuju Pematang Duku juga sedang dibangun tak bisa dilewati kenderaan roda empat.

“Tapi sekarang roda empat juga tak bisa lewat Muntai, karena kerusakan jalan di Muntai cukup parah. Banyak mobil yang tersangkut atau terperosok ke dalam lubang,” ujar Yudi.

Akibat jalan di Pematang Duku juga tidak bisa dilewati karena adanya pengerjaan jalan, mau tak mau, pengguna jalan terpaksa lewat jalan Muntai. Akibatnya, jalan poros desa itu mengalami kerusakan parah. Pasalnya, bukan hanya kenderaan roda dua atau mobil pribadi saja yang melintas, tapi juga mobil mengangkut material proyek dan lainnya.

“Mestinya jangan menunggu sampai rusak seperti itu, kan ada dana pemeliharaan jalan di masing-masing Kecamatan, mengapa tidak digunakan. Kalaupun dana pemeliharaan sudah habis, masih ada upaya lain. Misalnya pakai dana ADD, kalaupun tak bisa, gotong royong timbun pakai batang kelapa,” ujar Yudi lagi.

Sebetulnya kata Yudi, jalan yang berlubang tak terlalu banyak, hanya saja saja lubang yang menganga cukup dalam dan besar, sulit dilewat kenderaan roda dempat. “Satu atau dua batang kelapa sudah cukup untuk menutupi lubang itu. Aparat desa mestinya tanggap dengan kondisi sepert ini,” ujar Yudi lagi.

Diakuinya, akibat jalan rusak aktifitas warga di sejumlah desa terhambat. Bahkan, lanjut Yudi, untuk mengantar saudaranya ke Bengkalis untuk periksa kehamilan saja, terpaksa menggunakan roda dua, karena jalan poros di Muntai sangat susah dilewati mobil.

“Mohon kondisi ini jadi perhatian pemerintah, apakah itu Pemerintah Kabupaten, Kecamatan atau desa. Jangan tunggu ada korban nyawa baru jalannya ditimbun kasihan masyarakat,” harap Yudi. [red]