Harga BBM Naik, Omzet Pedagang di Rokan Hilir Berkurang

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Rohil - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada pertengahan bulan November lalu, sangat berdampak bagi pedagang tanaman holtikultura maupun sembako. Omset seluruh pedagang tanaman hortikultura dan sembako kian berkurang.
Pantauan dilapangan, Rabu (3/12/14) sejumlah pedagang sayur mayur yang menjajakan dagangannya di Pasar Pajak Lama Bagan Batu, Bagan Sinembah, Rokan Hilir (Rohil), mengeluh karena omzet penjualannya menurun drastis.
"Sejak kenaikan harga BBM, pendapatan kami berkurang, bahkan ada sebagian pedagang merugi," ujar Nyonya Silalahi, seorang pedagang sayur di Bagan Batu, Rabu (3/12/14).
Hal ini merupakan efek lanjutan kenaikan harga BBM yang belum lama ini terjadi. Sebab, daya beli masyarakat menjadi semakin melemah. Sepertinya, masyarakat mulai mengurangi belanja karena menghemat keuangan. Karena harga sejumlah barang mengalami kenaikan seiring naiknya ongkos transport.
Nyonya Silalahi mengakui, sebelum di naikkannya harga BBM, pendapatannya rata rata mencapai jutaan rupiah. Namun setelah kenaikan BBM, omzetnya hanya berkisar diangka ratusan ribu.
Ditempat berbeda, Pengamat Ekonomi Kerakyatan di Bagan Sinembah, Herman mengatakan kepada Beritariau.com, tingginya inflasi ini disebabkan kenaikan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Kenaikan itu, disusul harga bahan makanan dan perumahan, listrik, air, gas serta bahan bakar lainnya.
"Beberapa komoditas yang sangat andil dalam terjadinya inflasi yang naik menjadi 1,53%, antara lain bensin, cabai rawit, cabai merah dan ikan serta daging sapi, dan ayam. Sedangkan komoditas lain yang mengalami penurunan harga terjadi pada telur dan emas perhiasan," aktanya.
Selain dari pada itu Herman juga menyebutkan, kenaikan harga BBM juga berpengaruh pada naiknya ongkos ojek, seperti becak motor. Kemudian kini, para pengemudi becak dan pelaku jenis angkutan lainnya mulai menaikkan tarif jasa. [bim]

