Stockyard IPAL Milik Adhi-Jaya Persempit Selokan, Rumah di Sidorukun KebanjiranÂ

Air selokan menggenang di timbunan jalan keluar masuk Stockyard milik Adhi-Jaya Konstruksi, KSO di Jalan Sidorukun Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (26/4/2022). Penyempitan selokan diduga menjadi penyebab banjir pemukiman sekitar lokasi.
BERITARIAU.COM, PEKANBARU - Warga di Jalan Sidorukun Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki mengeluhkan rumahnya terendam banjir sejak Senin (25/4/2022) pagi. Mereka menduga disebabkan penyempitan selokan.
Seorang warga yang enggan identitasnya dimuat, mengeluhkan air menggenangi rumahnya seharian. Menurut dia, banjir yang bertahan lama seperti ini belum pernah terjadi.
"Di sini memang sering banjir. Tapi surutnya nggak lama. Inilah baru banjir sampai lewat satu hari," katanya saat ditemui Beritariau.com, Selasa (26/4/2022).
Berdasarkan pengamatan Beritariau.com, banjir menggenangi pemukiman warga di sisi kiri Jalan Sidorukun dari arah Jalan SM. Amin. Banjir disebabkan selokan meluap.
Banjir melanda setelah hujan lebat Senin pagi. "Dalamnya sampai selutut. Air masuk ke rumah sampai sejengkal," kata warga.
Aliran selokan tersebut bermuara ke parit besar di sisi Jalan SM. Amin. Beberapa meter jelang parit besar, ada timbunan tanah menutupi selokan.
Timbunan itu menjadi jalan masuk ke dua areal aktivitas proyek. Di bawahnya tampak gorong-gorong. Tetapi membuat selokan menyempit.
Timbunan di selokan lebih kurang selebar dua meter itu menjadi buah bibir warga setempat. Tiga warga yang ditemui menduga timbunan itu menjadi biang banjir.
Di areal itu tampak alat berat sedang parkir. Di dalamnya ada tumpukan material pasir, batu dan tanah. Ada juga puluhan gorong-gorong berbahan metal.
Warga mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir, truk lalu lalang keluar masuk lokasi. Kendaraan bertonase tinggi yang keluar masuk dimungkinkan membuat saluran air di bawah timbunan menjadi turun.
Ditambah saat pengangkut alat berat masuk. "Jangankan jembatan selokan yang dibuat turun. Jalan Sidorukun ini aja sudah nampak turun," ujar warga.
Setahu warga, aktivitas dan pengolahan material di lokasi itu untuk pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Pekanbaru. Disebut-sebut proyek itu milik PT. Adhi Karya.
Sayangnya, Beritariau.com tidak menjumpai satu orangpun pihak perusahaan di lokasi untuk dimintai tanggapan. Keterangan diperoleh dari Ketua RT 05/RW 03, Nainggolan.
Ia tidak menampik proyek itu milik PT. Adhi Karya. Ia pun memperlihatkan surat berisi pernyataan dari Adhi-Jaya Konstruksi, KSO. Dalam surat tertera lokasi di Jalan Sidorukun itu sebagai Stockyard material untuk Pembangunan Perpipaan Air Limbah Zona Utara Kota Pekanbaru.
Surat itu menyatakan perusahaan siap bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum dan milik pribadi yang timbul. Aktivitas itu diakui berdampingan dengan kawasan pemukiman.
Anehnya, Nainggolan membantah banjir disebabkan aktivitas proyek. Ia berkilah banjir karena faktor alam. "Nggak ada itu karena proyek. Jelas jelas banjir karena hujan," katanya. (*)

