Komunikasi Kesehatan dan Kearifan Lokal di Era Kenormalan Baru

Hadirkan Narasumber Berkompeten, Magister Ilmu Komunikasi FISIP UR Taja Webinar Nasional

Hadirkan Narasumber Berkompeten, Magister Ilmu Komunikasi FISIP UR Taja Webinar Nasional

POSTER - Poster Webinar Magister Ilmu Komunikasi Universitas Riau. | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Program Pascasarjana (PPs) Jurusan Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UR) mengelar website seminar (webinar) nasional yang digelar, Kamis (09/07/2020) pagi.

Webinar ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Guru Besar FIKOM Universitas Padjajaran (UNPAD), Prof Deddy Mulyana, Sekretaris Daerah Pemprov Riau, Yan Prana Jaya, Juru Bicara Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi dan tokoh masyarakat Riau sekaligus dosen luar biasa, Dr Chaidir. Acara juga dimoderatori oleh Komisioner KPID Riau, Asril Darma.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UR, Dr Welly Wirman MSi, mengatakan, seminar ini diadakan sebagai bentuk keprihatinan dan peningkatan wabah kasus penyebaran Covid-19.

"Dengan situasi itu, maka perlu koordinasi yang baik antara pemerintah sebagai komunikator dan masyarakat sebagai komunikan agar komunikasi berjalan efektif," kata Welly.

Selain itu, Ketua Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Riau itu juga menjelaskan, komunikasi kesehatan adalah sebagai upaya perilaku kesehatan terhadap individu masyarakat dengan metode komunikasi yang baik.

"Tujuan yang terpenting, bagaimana peran komunikasi kesehatan menghadapi era kenormalan baru ini bisa mengubah perilaku dengan dalam kegiatan komunikasi," jelasnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UR, Dr Syafri Harto MSi, menyambut baik adanya webinar nasional yang diikuti pendaftar hampir 500 orang tersebut. Menurutnya, tema komunikasi kesehatan webinar ini sangat menarik karena di masa Covid-19 banyak yang menyelenggarakan webinar namun dengan konsep umum bertema ekonomi, politik dan lain sebagainya.

"Ini merupakan satu peluang bagaimana komunikasi kesehatan bisa menjembatani kita dengan kegiatan saat terdampak jika dihubungkan dengan kearifan lokal," paparnya. [Bam]