Alasan Percepatan & Pelayanan, Diskes Pekanbaru Alihkan Peserta BPJS Di 4 Klinik

RDP - Plt Diskes Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, (Kiri) saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III membahas masalah keluhan PKFI Riau tentang pemerataan peserta | Beritariau.com2020
Beritariau.com, Pekanbaru - Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, beralasan, percepatan dan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS yang dibiayai melalui APBD itu, menjadi tolak ukur, diberikan kepada 4 klinik yang tersebar di 4 Kecamatan.
"Menurut kita itu sudah bagian dari pemerataan. Tak sempat kita menghitung 140 klinik. Tentu kita fokus terhadap 4 wilayah yang ada. Di Perwako, jika ada masyarakat yang keberatan, bisa kita pindahkan nanti kepesertaannya," ungkap Amin, kepada beritariau.com, Senin (08/06/2020).
Pihaknya juga tidak menyalahkan PKFI Riau sebagai organisasi klinik yang mewadahi klinik yang ada di Pekanbaru.
Dalam hal ini, Diskes Pekanbaru, siap membantu memfasilitasi kepesertaan PD Pemko yang awalnya bernama Pekanbaru Sehat untuk pembagian pemerataan peserta.
"Dari 50.770 jiwa, yang baru keluar itu 10.178 jiwa. Mengapa tidak ditempatkan di puskesmas, hasil rapat kerja nasional puskesmas diarahkan ke promotif dan preventif," paparnya.
Menurutnya, waktu 3 bulan penyelesaian itu dilakukan agar masyarakat mendapat pelayanan yang baik. Pihaknya tidak sempat meneliti satu per satu klinik yang tersebar di Pekanbaru.
"Kalau masih belum (ada titik temu,red) ditertibkan saja semua kapitasi yang ada di pekanbaru ini. Termasuk klinik yang kapitasinya tidak naik-naik. Inikan masalah profit, kalau kami tidak bicarakan profit, yang kita bicarakan bagaimana melayani kesehatan dengan baik," urainya.
Sebelumnya, Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia (PKFI) Riau, menuding Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, telah mengarahkan peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru ke 4 klinik dari ratusan klinik swasta yang ada di Kota Pekanbaru.
Dia menyebut, peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai melalui APBD Pemko Pekanbaru dan APBN Pusat, disinyalir "di setir" Diskes melalui 4 klinik yang diduga milik salah satu oknum pejabat tinggi di Pemko Pekanbaru.
Ke empat klinik yang tersebar di 4 Kecamatan itu yakni Bahri Medika Jalan Cipta Karya, klinik suka mas Jalan Jalan Hangtuah, Klinik Jasa Sehat Jalan Inpres dan klinik Berjaya Medika Jalan Yos Sudarso.
Tudingan itu disebutkannya karena pada bulan 6 April 2020 mengalami kenaikan kapitasi secara signifikan dengan jumlah mencapai ribuan per klinik. Padahal 4 klinik ini baru berdiri dan kenaikan kepesertaan instan dalam waktu 1 bulan. [Bam]

