Model Pendataan Sembako, DPRD: Saat Pemilu Orang Gila Terdaftar

Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Doni Saputra
Beritariau.com Pekanbaru - Ketua komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Doni Saputra, meminta dengan tegas Pemerintah kota Pekanbaru dapat menuntaskan penyaluran sembako bagi masyarakat yang terdampak covid-19.
Pasalnya sampai saat ini pendistribusian sembako itu belum terselesaikan, padahal PSBB sudah usai. Ini menjadi perhatian serius, karena masih ada warga yang terdampak mengaku belum mendapatkan bantuan sosial itu.
"Tentu kita minta pendistribusian sembako tuntas seiring PSBB tidak diperpanjang, seiring saat ini Pemko bersiap menerapkan the new normal," kata Doni kepada wartawan, Selasa (02/06/2020).
Pihaknya sangat menyayangkan, dari hasil sidak ke gudang pengemasan di Jalan Patimura dan, gudang Bulog Riau, Kamis (28/05/2020) pekan lalu, ternyata masih ditemukan bantuan yang belum disalurkan. Padahal Pemerintah sendiri tidak lagi memperpanjang PSBB, dan Pekanbaru sendiri sudah melalui tiga kali PSBB.
Ikut dalam sidak itu, sejumlah anggota dewan lintas komisi, seperti Firmansyah, Ida Yulita Susanti, Indra Sukma, Muhammad Isa Lahamid (dari komisi I), lalu Roni Pasla, Rois, Mulyadi (komisi IV), Arwinda, Sovia dan Sabarudi (komisi II) dan Irman Sasrianto (komisi III). Sidak ini sendiri didasari dari laporan masyarakat dan langsung di tindaklanjuti bersama.
"Dasar kami turun sidak langsung ke tempatnya itu karena ada laporan yang masuk ke Komisi I, tentu kita minta penjelasan apa persoalan sembako belum juga tuntas didistribusikan," jelasnya.
Dijelaskan Doni, berdasarkan sidak itu pihak ketiga yang dipercayakan untuk pengemasan paket sembako itu mengatakan baru akan di distribusikan dengan nilai paket sekitar lebih kurang Rp250 ribu per KK untuk yang belum di didistribusikan, sementara yang sampai kepada masyarakat tidak sampai sejumlah itu.
Dari keterangan pihak Bulog akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Sebagai wakil rakyat di parlemen dalam mengawasi tugas dan wewenang pemerintah, dia melihat ada hal yang rancu.
"Itu informasi yang kami dapat saat sidak, tidak tahu juga jika kami tidak turun bagaimana pula realisasinya," paparnya.
Dari keterangan pihak Bulog juga disebutkan untuk penyaluran tahap pertama sudah selesai ke kelurahan masing-masing. Namun, tahap kedua ini belum tersalurkan.
"Apapun persoalannya, kami minta ini dapat di selesaikan, agar tidak terjadi persoalan lain," tegasnya.
Doni juga menyayangkan persoalan distribusi sembako sangat lamban penyelesaiannya, termasuk pendataan bantuan yang dilakukan oleh pemerintah.
"Saat pemilu orang gila bisa pula terdaftar. Memang tak ada hubungan, tapi begitulah modelnya saat ini," ungkapnya.
Maka dari itu, Doni berharap bantuan dampak covid-19 ini benar-benar dapat diatur dan dikelola dengan benar, lalu sesuaikan dengan paket yang ditentukan.
"Semua harus dilakukan secara transparan dan semua mengawasinya," pintanya lagi.
Meski saat ini sudah menuju masa new normal, masyarakat kota Pekanbaru diminta untuk tetap waspada terhadap penularan virus corona.
"Semuanya berawal dari kewaspadaan diri sendiri. Jangan sampai ketika sudah ditetapkan new normal terjadi lagi penyebaran covid-19," harapnya.
Maka dari itu, semua pihak diminta tetap patuhi protokol kesehatan meski tidak lagi social distancing. Namun untuk menjaga jarak tetap diperhatikan, menghindari kumpul-kumpul massal.
"Pakai masker, cuci tangan selalu harus dilakukan dengan air yang mengalir menggunakan sabun," sarannya lagi. [Red]

