Jokowi kembalikan lahan Senama Nenek, LAMR: Berawal dari bisik-bisik

Jokowi kembalikan lahan Senama Nenek, LAMR: Berawal dari bisik-bisik

Jokowi Saat Menerima Gelar Adat oleh LAM Riau beberapa waktu lalu

Beritariau.com, Pekanbaru  - Medio pekan ini, masyarakat ada Sinamanenek, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau bahagia bukan kepalang. Perjuangan selama belasan tahun menuntut hak lahan mereka dikabulkan.

Lahan seluas 2.800 hektare itu kini menjadi milik masyarakat adat. Untuk kehidupan anak cucu dan kesejahteraan mereka semua. Presiden Joko Widodo adalah sosok pemberi kabar baik itu. 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Syahril Abu Bakar pun angkat bicara. Dia mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Datuk Setia Amanah Negara Joko Widodo (Jokowi).

Ucapan terimaksih atas nama LAMR tersebut karena Presiden Jokowi sudah memutuskan lahan perkebunan sawit PTPN V seluas 2.800 hektar dikembalikan kepada masyarakat adat Sinamanenek, Kabupaten Kampar. 

"Dikembalikannya lahan tersebut, menyebabkan rasa keadilan dan kepastian hukum menjadi jelas. Sebab, sejak lebih kurang 15 tahun lalu, masalah lahan adat Sinamanenek yang dikuasai BUMN tersebut, selalu menjadi persoalan ekonomi dan moral bagi masyarakat setempat. Hasilnya pun entah dibawa ke mana, tak dirasakan masyarakat setempat," kata Datuk Seri Syahril, Minggu. 

Dia mengatakan perjuangan masyarakat adat atas hak mereka  berawal dari bisikan Datuk Seri Syahril ketika Jokowi saat menerima gelar adat Melayu dari LAMR Datuk Setia Amanah Negara pada tanggal 15 Desember 2018. 

Saat itu, cerita Datuk Seri Syahril, hampir dua jam dia berbicara dengan Jokowi membicarakan berbagai masalah di Riau. Pas pada masalah tanah adat Sinamanenek yang dikuasai PTPN V, Jokowi langsung bilang ini masalah gampang. 

"Kalau di bawah penguasaan BUMN gampang kita selesaikan karena di bawah kita langsung," kata Datuk Seri Syahril mengulangi ucapan Jokowi ketika itu.

Disebutkannya, pada bulan Januari 2018 lalu dia bersama tokoh masyarakat Sinamanenek yang dipimpin KH Alwi LC,  menindaklanjuti janji Presiden Jokowi itu ke Jakarta. Rombongan diterima Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Moeldoko, S.IP. 

"Alhamdulillah, atas perjuangan semua pihak 2.800 haktare lahan sawit yang selama ini dikuasai PTPN 5 sudah diputuskan presiden untuk diserahkan kepada masyarakat adat Sinamanenek," ucapnya. 

Kabar penyerahan lahan PTPN V yang ternyata di luar izin itu, diungkapkan Presiden Jokowi dalam rapat dengan sejumlah menteri, di Jakarta, Jumat. Rapat tersebut juga dihadiri Gubernur Riau, H Syamsuar. [ard]