Konflik Harimau di Inhil Berulang Kali Terjadi

Konflik Harimau di Inhil Berulang Kali Terjadi

Mardian, korban Terkaman Harimau Sumatera dirawat di RS

Beritariau.com, Pekanbaru - Mardian, warga Sungai Rawa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir diserang seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat sedang mencari kayu di hutan pada Sabtu kemarin (2/3).

Akibatnya, pria berusia 31 tahun itu mengalami luka cukup parah, terutama pada bagian kepala dan punggung. Hingga hari ini, korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit setempat.

Konflik harimau dan manusia berulang kali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kejadian pertama yang masih segar diingatan adalah kemunculan harimau betina dewasa bernama Bonita. 

Petugas membutuhkan waktu hingga empat bulan lamanya untuk menangkap si kucing belang tersebut, sebelum berhasil ditembak bisu pada April 2018 lalu. 

Proses pencarian dan penangkapan itu menjadi yang terlama di Indonesia. Selama periode itu, Bonita telah membunuh dua manusia, tempat jelajah dia di PT THIP pada Januari dan Maret 2018. Keduanya adalah seorang perempuan bernama Jumiati dan laki-laki bernama Yusri. 

Selanjutnya, lagi-lagi harimau muncul di Indragiri Hilir, tepatnya Pulau Burung pada medio 2018 lalu. Namun, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Petugas pun hanya membutuhkan waktu kurang dari dua pekan sebelum harimau jantan yang sempat terjebak di lorong-lorong pasar di wilayah itu berhasil ditembak bius dan ditangkap. 

‎‎Kapolres Inhi, AKBP Chritian Rony Putra mengatakan upaya evakuasi harimau kali akan sama dengan upaya sebelumnya, harimau Bonita. 

Saat itu, Polri bersama TNI, dan BKSDA Riau membentuk tim gabungan guna menangkap harimau betina yang kehilangan habitat dan masuk ke perkebunan sawit milik perusahaan swasta di Pelangiran, Indragiri Hilir. 

"Polanya akan sama dengan Bonita. Bedanya, Bonita di Pelangiran, yang sekarang di Gaung. Selain itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat setempat agar sementara waktu tidak ke hutan," lanjutnya. [ard]