Polres Dumai Segel Lahan Konsesi Chevron Terbakar

Panglima TNI saat tinjau Karhutla Rupat akhir pekan lalu
Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai telah menyegel lahan konsensi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) yang terbakar.
Lahan perusahaan Migas itu turut terbakar dalam kebakaran hutan dan lahan di wilayah pesisir Riau yang marak sepanjang Februari 2019 lalu.
Lokasi lahan yang disegel yakni berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai
Penyegelan dalam rangka proses penegakan hukum dan penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
”Kita sudah memasang garis polisi. Langsung dilakukan oleh Satreskrim Polres Dumai. Luas lahan yang kita segel empat hektare sebagai bagian dari langkah penyelidikan,” kata Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan SIK, Sabtu.
Dengan penyegelan itu, berarti PT CPI selaku pemilik lahan dilarang keras untuk mengolah dan mengelola lahan tersebut, hingga penyidikan tuntas dilakukan.
Lahan itu dalam status quo hingga penyidik Satreskrim menyimpulkan hasil penyelidikan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka pembakar lahan.
Lebih jauh, Restika mengatakan berhubung lahan yang terbakar merupakan milik perusahaan, maka penyidikan selanjutnya akan dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.
Sejauh ini, dia menuturkan dua saksi yang merupakan sekuriti perusahaan telah dimintai keterangan terkait insiden kebakaran lahan tersebut.
"Diperiksa sebagai saksi. Mereka diperiksa karena mengetahui ada api, namun tidak berupaya melakukan pemadaman,’’ tutup Kapolres.
Sementara itu, pada Jumat akhir pekan ini, tiga jenderal secara bersamaan turun ke lokasi titik Karhutla di wilayah Dumai dan Rupat. Mereka memantau langsung proses pemadaman karhutla yang terus meluas hingga lebih dari 1.200 Hektare.
Ketiga jenderal itu melakukan pemantauan udara dengan menggunakan helikopter TNI Angkatan Darat. Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Danrem 031/ Wira Bima Brigjen (Inf) Mohammad Fadjar dan Danlanud Roesmin Nurjadin (RsN) Pekanbaru Marsma (Pnb) Ronny Moningka.
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, mereka memantau langsung kejadian karhutla di Riau melalui udara. ”Dari pantauan kita bersama Danrem dan Danlanud, tampak tidak ada api yang membara. Namun masih ada kabut asap, namun ketebalan asap tidak terlalu tebal. Kabut asap tertebal ada di wilayah pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis,” ujar Kapolda.
Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, untuk lahan yang terbakar di Provinsi Riau mencapai 1.200 hektar. Wilayah terluas berada di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
”Untuk penegakan hukum Polda Riau sudah menangani enam perkara dengan enam orang tersangka. Yakni empat perkara dengan empat tersangka di Polres Dumai dan masing-masing satu perkara dengan seorang tersangka ditangani oleh Polres Bengkalis dan Polres Kepulauan Meranti. Sementara untuk koorporasi belum ada,“ kata Kapolda.
Kesulitan dalam melakukan pemadaman api, kata Kapolda, kurangnya peralatan dan sulitnya menempuh lokasi. Sehingga petugas tak jarang harus melewati laut dan sungai untuk sampai di titik api dan hotspot.
”Untuk proses pemadaman api di Provinsi Riau ini selain dilakukan oleh Polres setempat, Polda Riau juga telah mengerahkan bantuan sebanyak 150 orang personel dari Satuan Brimob untuk membantu memadamkan api,” terang Kapolda.
Danlanud RsN Pekanbaru Marsma (Pnb) Ronny Moningka mengatakan, satgas gabungan sudah berupaya untuk melakukan segala macam proses pemadaman api. Di antaranya dengan melakukan hujan buatan.
”Selama tiga hari belakang sudah dilakukan upaya pemadaman api dengan membuat hujan buatan di langit Riau. Sebanyak 2,6 ton garam sudah kita tabur di langit dan Alhamdulillah hujan sudah mulai turun,” ujar Danlanud.
‘’Kita juga meminta kepada masyarakat untuk terus berdoa agar hujan turun dan api yang ada dapat padam sepenuhnya,’’ ujarnya.
Sementara itu Danrem 031/Wira Bima Brigjen (Inf) Mohammad Fadjar mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengerahkan personel yang cukup banyak untuk melakukan upaya pemadaman api. Khususnya di pulau Rupat yang merupakan wilayah terluas.
”Khusus untuk di Rupat kita sudah mengerahkan 1 SSK Kostrad berjumlah 100 personel, 50 personel Kita 0303 Bengkalis, Kodim Dumai dan Arhanud Dumai, 100 personel polri.
Secara keseluruhan ada 300 personel TNI dan 115 personel Polri yang bertugas memadamkan api di sana, dibantu pihak-pihak lainnya,” kata Danrem.
Secara keseluruhan personil sudah cukup. Namun peralatan seperti mesin air dan pipa masih kurang. ‘’Kita akan tetap melakukan upaya pemadaman dengan peralatan yang ada dan secara keseluruhan personel kita sehat dan siap,’’ pungkasnya.
[ard]

