Dijambret, nenek dan cucunya jatuh berdarah-darah dari sepeda motor

Dua korban, nenek dan cucunya mengalami luka bagian tubuhnya usai tarik menarik ketika dijambret dua orang pria di jalanan Pekanbaru (istimewa)
Beritariau.com, Pekanbaru - Pelaku kejahatan konvensional dan jalanan masih meresahkan warga. Terlebih lagi jelang tahun baru ini, bakal meningkatnya pengeluaran bisa memicu kejahatan pencurian.
Untuk itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian sudah memerintahkan kepada Kapolres dan Kapolsek di seluruh wilayah di Indonesia untuk melaksanakan operasi penangkapan dengan sigap. Bahkan Tito menegaskan akan mencopot para kepala satuan wilayah tersebut jika tidak bisa membereskannya.
Di Pekanbaru sendiri kejahatan itu juga masih terjadi seperti halnya pencurian dengan kekerasan atau jambret. Satu jambret terjadi pada Jumat malam (08/12/2017) pukul 20.15 WIB kemarin yang menimpa korban Roslina bersama cucuya melintas di Jalan Melati Ujung.
Saat itu tiba-tiba saja datang dua orang pelaku JT (37) dan RS (29) mendekati korban dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku kemudian langsung menarik tas jinjing yang dibawa korban dan sempat terjadi tarik-menarik.
Akibat itu korban dan cucunya terjatuh dari sepeda motornya hingga mengalami luka-luka di bagian kaki keduanya. Barang yang ditarik-tarik itu isinya berupa satu unit telepon seluler dan barang-barang lainnya sehingga korban mengalami kerugian material sekitar Rp1,3 juta.
Untungnya hal itu mengundang perhatian warga dan tak berselang lama sekitar pukul 20.30 WIB, Tim Opsnal Polresta Pekanbaru menerima informasi adanya pelaku curas atau jambret tersebut. Tim menuju dan melakukan penangkapan dua orang pelaku setelah diinterogasi mengakui perbuatan tersebut.
"Kedua tersangka mengakui perbuatannya dan tim membawa pelaku ke Polresta Pekanbaru guna proses lebih lanjut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Sabtu (09/12/2017).(bas)

