Kasus Narkoba Paling Dominan
Polisi ungkap 3.326 kasus di Riau selama Operasi Bina Kusuma

Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Sebanyak 3.226 kasus dilaporkan terungkap dalam Operasi Bina Kusuma Siak 2017 yang digelar Polda Riau dan jajarannya secara serentak selama 16 hari sejak 9 Oktober 2017 lalu.
"Sudah ada 3.226 kasus yang kita ungkap dengan melibatkan sebanyak 314 personel selama 16 hari Operasi ini," kata Juru Bicara Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Beritariau.com, Kamis (26/10/17) siang.
Kasus penyalahgunaan narkoba baik sabu, ganja dan pil ekstasi mendominasi pengungkapan dalam operasi ini. Kemudian diikuti kasus pemalakan (pungli).
"Yang mencolok itu, adalah kasus narkoba sebanyak 459 kasus. Kedua, kasus pemalakan (pungli) sebanyak 428," sebut Guntur.
Operasi kali ini, kepolisian menargetkan bentuk penindakan pada benda atau barang, orang dan lokasi.
Untuk kegiatan pembinaan dilakukan dengan penyuluhan sweeping atau razia cipta kondisi untuk menertibkan premanisme.
"Kita lebih mengedepankan preventif pembinaan penyuluhan dan penindakan untuk menciptakan pemeliharaan suasana Bhabinkamtibmas," lanjutnya.
Lebih rinci, Guntur menjelaskan, sasaran yang dilakukan dalam kegiatan ini seperti orang (preman), benda (pemerasan uang), barang (Sajam) serta lokasi (tempat keramaian).
Operasi Bina Kusuma Siak 2017 ini, akan dilanjutkan hingga genap 30 hari kerja dengan melibatkan sebanyak 314 personel diseluruh jajaran hukum Polda Riau. [red]

