Trenggiling Diselundupkan Ke Malaysia
BBKSDA Riau Buru Bos Penyelundup Trenggiling

Dua Pelaku Penyelundupan Trenggiling Saat Diperlihatkan Barang Bukti di BBKSDA Riau
Beritariau.com, Pekanbaru- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus mendalami dalang penyelundupan 102 trenggiling yang digagalkan oleh TNI AL Dumai di Perairan Selat Bengkalis.
Dalam penangkapan pada Selasa (24/10/17) itu, TNI AL mengamankan dua pelaku masing-masing berinisial A (25) dan B (22). Keduanya merupakan nakhoda kapal yang mengangkut trenggiling untuk diselundupkan ke Malaysia.
"Hasil interogasi sementara pelaku mengaku disuruh oleh seseorang berinisial A. Keterangan ini yang terus kami dalami," kata Kepala Seksi Wilayah II Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Eduwar Hutapea di Pekanbaru, Rabu (25/10/17).
Edo belum banyak menerangkan asal muasal trenggiling itu. Namun, dia memastikan bahwa satwa tersebut bukan habitat asli Riau, melainkan dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan.
Sementara itu, dari pemeriksaan sementara diketahui bahwa peran kedua pelaku hanyalah sebagai perantara antara pemasok dan penadah trenggiling, yang rencananya akan diselundupkan ke Malaysia.
"Jadi mereka itu dibayar Rp800 ribu untuk sekali angkut. Khusus untuk A sebagai bos mereka, ini yang kita dalami terus. Informasinya dia warga Pekanbaru," ujarnya.
Lebih jauh, pelaku juga mengakui bahwa upaya penyelundupan yang mereka lakukan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah pada percobaan pertama berhasil dilakukan.
Sementara itu, penggagalan upaya penyelundupan trenggiling yang merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 itu merupakan yang kedua kalinya selama Oktober 2017 ini.
10 Oktober lalu, 100 ekor trenggiling juga berhasil disita oleh petugas Bea dan Cukai Dumai, untuk selanjutnya diserahkan ke BBKSDA Riau. Sayangnya, Petugas Bea dan Cukai saat itu tidak berhasil menemukan pelaku penyelundupan tersebut.
"Dan kalau dalam dua tahun terakhir, merupakan yang ke empat kalinya. Ini masih kita dalami apakah mereka merupakan jaringan yang sama atau tidak," tuturnya. [don]

