Almarhum Jabonar Merupakan Tokoh Pers di Riau

Video: Detik-detik Momo Geisha di liang lahat ayahnya: Pak, Selamat Jalan..


UCAPAN PERPISAHAN - Momo, Vokalis Band Geisha Terisak Saat Momen Terakhir Perpisahan Dengan Ayahnya, Jabonar Sinaga yang juga Merupakan Tokoh Pers di Riau | Beritariau.com 2017

Beritariau.com, Pekanbaru - 

Wajah vokalis Geisha Narova Morina Sinaga atau Momo, terlihat tak kuasa menahan isak tangisnya, saat melihat peti jenazah sang ayah Jabonar Sinaga, masuk di dalam liang lahat, tempat peristirahatan terakhir, TPU Tampan, Jalan Uka, Panam, Pekanbaru, Jum'at (22/09/17) sore.

Dari pantauan, pundak vokalis band Geisha itu, terlihat dipeluk oleh sang suami Nicolas Reza Samudra. Air matanya terus mengalir dari pelupuk mata yang didampingi manager nya dan saudara perempuan dari suaminya.

Saat keluarga diberi kesempatan melempar tanah kuburan di atas peti jenazah, momo tampak terus menangis dan henti-hentinya. Ibunya, Tinur Nainggolan meminta anaknya ikhlas melepas kepergian ayah yang disayangnya itu.

"Pak selamat jalan pak," begitu ucapan yang keluar dari mulut anak bungsu dari pasangan Almarhum Jabonar Sinaga dan Tinur Nainggolan itu saat mengantar ayahnya di tempat peristirahatan terakhir.

Saat bunga ditabur, momo terus menangis di makam ayahnya Jabonar. Batang salib makam ayahnya dicium sebagai tanda kasih sayang kepada ayahnya.

Ibunya, Tinur Nainggolan terlihat ikhlas melepas pergi sang suami, saat menabur bunga untuk yang terakhir kali, dia menyampaikan pesan terakhirnya.

"Pak ini bunga kukasih pak, biar harum, sebagai tanda kenangan kita juga pak," ungkap Tinur.

Seperti diketahui, Jabonar Sinaga, yang tak lain adalah ayah vokalis Band Geisha Narova Morina Sinaga alias Momo Geisha ditemukan meninggal di kediamannya di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Selasa (20/9/2017) malam.

Jabonar mengawali karir menjadi wartawan di Mimbar Umum salah satu koran tertua di Sumatera yang mulai terbit sejak tahun 1945 di Sumatera Utara pada tahun 1976. 
Dari situ, tokoh Pers Riau ini pindah ke Kota Pekanbaru dan bergabung dengan harian pagi Riau Pos pada tahun 1991. 

Dan tahun 1992 hingga dirinya tutup usia akibat serangan jantung. Jabonar dipercaya sebagai Kepala Biro (Kabiro) Perwakilan Riaupos di Indragiri Hulu (Inhu) dan menetap di Inhu.

Bahkan, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis pada Mei 2014 lalu, Jabonar dianugrahi Piagam Penghargaan atas Pengabdiannya selama 30 tahun di profesi jurnalistik, bersama rekan-rekannya antara lain ; Hotman Simanjuntak, Akmal Famajra, Yaunusar Bakar dan Harmen Milano.

Selain itu, Ia dikenal sebagai Tokoh Masyarakat di kalangan masyarakat Batak yang cukup dihormati di Provinsi Riau saat ini.

Jenazah Almarhum sudah dibawa dari Kota Rengat menuju rumahnya di Kota Pekanbaru, tepatnya di rumah duka Jalan Kurnia, Labuh Baru. Dan rencananya bakal dikebumikan, Jum'at (22/09/17) sekitar pukul 16.00 wib di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Uka Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru.

Jabonar Sinaga, menghembuskan nafas terakhir di usia 69 tahun. Beliau meninggalkan 1 orang istri, Tinur Maya Nainggolan dan 5 orang anak, Arfan Sinaga, Frando Sinaga, Fopin Sinaga, Boy Sinaga dan Narova Morina Sinaga atau Momo Geisha serta beberapa orang cucu. [bam]