Miris! 260 murid SMAN 2 Tambang Kampar belajar di lantai, Ade H: Ibu sudah telepon Kadisdik

Miris! 260 murid SMAN 2 Tambang Kampar belajar di lantai, Ade H: Ibu sudah telepon Kadisdik

KUNJUNGI SEKOLAH - Anggota Komisi E DPRD Provinsi Riau, Ade Hartati, berinteraksi dengan puluhan siswa SMAN 2 Tambang yang belajar tanpa Meubeleur Meja dan Kursi | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Anggota Komisi E DPRD Provinsi Riau, Ade Hartati MPd, mengaku terkejut saat mengetahui 260 lebih murid yang ada di SMAN 2 Tambang, Kabupaten Kampar, belajar di lantai beralaskan keramik selama 2 bulan lebih.

Ade yang turun ke lokasi SMAN 2 Tambang, langsung meninjau lokasi yang beralamat di Jalan Bupati, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Selasa (29/08/17) pagi.

Politisi dari Partai PAN ini, langsung masuk ke ruang kelas dan berinteraksi dengan 33 murid di ruangan kelas dan memberikan motivasi agar murid tidak putus asa.

"Ini sangat memprihatinkan, belajar di lantai. Jangan putus asa, tetap semangat meraih cita-cita. Tadi ibu sudah telepon Kadisdik Riau, mudah-mudahan ada solusi," kata Ade di hadapan para murid.

Dihadapan murid, Ade memberikan motivasi dan berkisah tentang pengalamannya sebelum duduk menjadi Wakil Rakyat di DPRD Pekanbaru dan DPRD Provinsi Riau. 

Dimana, saat bersekolah Ade Hartati, harus menempuh perjalanan kurang lebih 30 Kilometer, untuk sampai dan belajar disekolah.

"Ibu juga bukan dari keluarga kaya raya, namun karena semangat dan kemauan keras, makanya Ibu bisa menjadi seperti saat ini. Jangan sampai ada yang putus sekolah. Orang tua ibu juga guru, kepala sekolah di Lubuk Siam. Ngajar di daerah Teratak Buluh Kampar itu, kalau banjir tak bisa sekolah dulunya," terangnya mengisahkan.

Kepala SMAN 2 Tambang Nurlian SPd mengaku kaget saat dikunjungi oleh Anggota DPRD Riau Ade Hartati Rahmad MPd dengan menempuh perjalanan jauh hingga ke Kampar guna memperhatikan anak sekolah.

Diceritakannya, SMAN 2 Tambang, memiliki jumlah murid secara keseluruhan 940an. Namun, sudah 2 bulan lamanya ada 6 ruang kelas tidak memiliki Meubeler meja dan kursi. Berjalannya waktu, 1 ruang kelas sudah memiliki meubeler hasil sumbangan orang tua murid.

"Ada 260an murid yang menempati 6 lokal baru dan belajar di lantai. Untuk pengadaan meja kursi 6 lokal baru itu, diputuskan orangtua murid menyumbang Rp160 ribu. Mudah-mudahan 4 bulan sudah ada seluruh meja kursi," terangnya.

Disebutkan lagi, sumbangan ini tidak diberlakukan bagi siswa miskin, sementara orangtua murid yang berlebih (mampu) menyumbang lebih dari Rp160 ribu tersebut. "Memang tidak kondusif dengan kondisi seperti ini, namun kita bisa apa, dana BOS tidak boleh beli ratusan meja kursi, kalau tambahan meja kursi rusak itu boleh, makanya kemarin disepakati orangtua murid melakukan sumbangan," terangnya lagi. [bam]