Minta Warga Lapor Secara Person

Proses SOP berbelit dari BBPOM Pekanbaru buat Disperindag "ogah" uji sample

Proses SOP berbelit dari BBPOM Pekanbaru buat Disperindag "ogah" uji sample

TELUR PLASTIK - Temuan Dugaan Telur Palsu Berbahan Plastik, yang ditemukan oleh Warga Pekanbaru yang tinggal di Panam, Putri Ningsih Zulfikli | Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Temuan dugaan telur puyuh palsu berbahan plastik yang dikeluhkan oleh salah seorang warga Pekanbaru, Putri Ningsih Zulfikli, kemarin, memantik pernyataan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru.

Disperindag mengaku temuan dugaan telur puyuh palsu berbahan plastik itu belum bisa dibuktikan kebenarannya. Hal itu diakuinya setelah pihaknya berkoordinasi dari Polresta Pekanbaru.

"Sampai saat ini, belum ada temuan itu (telur puyuh palsu berbahan plastik,red). Kalaupun diberitahu melalui Dispeeindag, tetap muaranya melalui BBPOM Pekanbaru," kata Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, saat dikonfirmasi beritariau.com, Senin (07/08/17).

Dia juga meminta kepada warga Pekanbaru yang menemukan dugaan telur puyuh palsu berbahan plastik itu, segera diminta melapor secara person dan datang langsung ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru.

"Masyarakat datang saja langsung ke BBPOM. Untuk memastikan ada mengandung unsur plastik atau tidak. Jadi tidak kita putus mata rantainya. Termasuk beli dimana dan mencantumkan tanggal dan waktu pembelian," ucap Irba.

Soal temuan dugaan pangan berbahan plastik ini, sebelumnya sudah pernah mencuat. Dimana, ada temuan beras berbahan plastik oleh warga yang melapor melalui Disperindag Pekanbaru. Meskipun, dari hasil uji lab di BBPOM Pekanbaru tidak menemukan adanya unsur berbahan plastik.

"Kejadian waktu beras plastik, sudah terbukti tidak benar, saya sendiri masukkan ke lab, sudah keluar hasil, tidak mengandung unsur plastik, sudah jelas. Cuma proses dari BBPOM dengan proses berbelit memakan waktu 16 hari kerja," cetusnya.

Disperindag dalam Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) mengaku tetap bekerja seperti biasanya. Timnya sudah mengawasi 6 pasar yang ada dibawah pengawasannya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT).

"Satgas tetap kami turunkan. Termasuk melakukan pengawasan terhadap pedagang adanya pangan yang mencurigakan," pungkasnya. 

Sebelumnya, Putri Ningsih Zulfikli, warga Pekanbaru yang tinggal di Panam, terpaksa menghentikan pemberian makan kepada anaknya syifa, saat mengetahui, telur yang dibelinya ternyata palsu dan menyerupai karet mainan anak-anak. 

"Pernah nggak masak telur puyuh seperti ini. Telor jadi keras dah digigit seperti gigit karet. Dari 10 cuma 3 yang seperti telur biasa kita masak. Padahal buat makan anak. Sempat termakan, terus tertelan. Allahuakbar," begitu yang ditulis oleh Putri Ningsih, dalam laman Facebooknya, Minggu (06/08/17).

Ibu Rumah Tangga (IRT) ini membeberkan peristiwa mengerikan yang dia alami saat melakukan postingan di laman Facebook. Dalam pengakuannya, dia membeli telur itu di pasar. Belum jelas pasar uang disebutkan. Saat awak media menghubungi dirinya, postingan ini buru-buru dihapus. 

Namun, awak media sempat mengabadikan momen temuan mengejutkan itu dari laman Facebooknya "Putri Ningsih Zulfikli".

"Put bakar tadi, gelembung kecil terus meletup-letup. Put belum pernah bakar telor ayam yang asli kak. Ngupasnya tadi pakai air hangat," ucap Alumni UIN Suska Riau, Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2007 itu menceritakan. [bam]