Virus Jembrana marak, Dewan minta DP3K Pekanbaru cek kelaikan hewan kurban
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3K) Kota Pekanbaru, diminta memperhatikan kelaikan hewan kurban yang diperdagangkan untuk kebutuhan Idul Adha 1438 H.
Kelaikan hewan kurban, dianggap penting mengingat saat ini konsumsi daging sapi untuk kebutuhan hari raya Idul Adha 1438 H benar-benar higienis mulai dari sapi maupun kambing agar terhindar dari serangan penyakit.
"Jangan sampai hewan yang beredar tidak sehat. Terlebih saat ini pedagang hewan dihantui virus Jembrana yang menyerang ternak," kata Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah, saat dikonfirmasi, Senin (07/08/17).
Selain itu, politisi dari Partai Gerindra itu meminta pemerintah mengawasi lokasi penjualan hewan kurban dan memastikan estetikanya. Hal ini jangan sampai mendapat keluhan dari warga sekitar terutama dari sisi penjualan harga.
"Pemeriksaaan oleh instansi terkait di hewan ternak harus diberi tanda sehat atau tanda telah diperiksa kesehatannya," tuturnya.
Disinggung terkait naiknya harga hewan kurban menjelang lebaran ini, Politisi Gerindra yang juga memiliki peternakan hewan tersebut sangat memaklumi, karena merupakan hukum pasar dan perdagangan.
"Biasa untuk lebaran memang ada kenaikan tapi tidak siknifikan. Itu lebih kepada ongkos angkut dan biaya perawatan selama hewan tersebut dipesan dan dititipkan, jadi ada biaya perawatan," pungkasnya. [bam]

