Kapolsek Peringatkan Pemilik Taati Aturan
54 siswa SD di Pekanbaru terjaring Polisi main di warnet malam hari

RAZIA WARNET - Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol M Hanafi (Jaket Hitam) Saat Menasehati Puluhan Anak-anak SD Yang Masih Bermain Internet Hingga Malam Hari Saat Razia K2YD | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Sedikitnya 50 orang anak dibawah umur terjaring dalam razia yang digelar Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, Sabtu (17/06/17) malam sekitar pukul 21.00 wib.
Puluhan anak-anak yang diketahui masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu, kedapatan Petugas Polsek Pekanbaru Kota di tiga warung internet (warnet, red).
"Terjaring saat Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) di Wilayah Hukum Polsek Pekanbaru Kota. Mereka tidak diamankan. Cuma di data lalu dipulangkan," ungkap Kabid Humas Polda Riau Komisari Besar Polisi Guntur Aryo Tejo, Sabtu malam.
Dalam kegiatan ini, lanjut Guntur, dipimpin langsung Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol M Hanafi, Wakapolsek AKP Elfis Raymond dan Kanit Reskrim Ipda Lukman.
Anak-anak itu, lanjutnya, ditemukan di tiga lokasi yakni di sebuah warnet di kawasan Jalan Pangeran Hidayat dan di dua warnet di kawasan Jalan Tengku Zainal Abidin. Akibatnya, ketiga tempat itu langsung ditutup.
"Selain mendata. Kita juga memberikan peringatan kepada pengusaha warnet untuk tidak beroperasi sesuai himbauan Walikota Pekanbaru, yakni paling lama pukul 17.00 wib," ujar Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol M Hanafi.
Kegiatan K2YD ini, sambung Hanafi, juga menyasar lokasi-lokasi yang rawan premanisme.
"Hari ini (Preman, red), belum ada kita temukan. Mungkin karena hujan. Tapi anggota masih di lapangan keliling. Kita prioritaskan di titik-titik yang rawan potensi kasus C3 (kejahatan pencurian, red)," pungkas Hanafi. [red]

