Suara Dikenal Meski Wajah Ditutup Pakai Sarung

Sakit hati, Satpam di Riau rampok Rp50 juta dari kantornya

Sakit hati, Satpam di Riau rampok Rp50 juta dari kantornya

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Tak kurang dari 24 jam, Jajaran Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap aksi perampokan uang sebesar Rp50 juta yang terjadi pada Sabtu (10/06/17) malam di PT Farika Riau Perkasa yang terletak di Komplek Perkantoran Mall SKA.

Dari gerak cepat penyelidikan, petugas akhirnya meringkus pelaku bernama Desmirwan (42) yang tak lain adalah satpam di perusahaan itu sendiri.

"Tak kurang dari 24 jam berhasil kita ungkap. Perampoknya adalah satpam di perusahaan itu," ungkap Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata, Minggu (11/06/17).

Dalam aksinya, terang Edy, pelaku menggunakan sarung sebagai penutup wajah dan senjata tajam jenis pisau. Ia juga sempat menyandera seorang pembantu di kantor itu.

Edy menuturkan, kejadian tersebut terjadi Sabtu malam itu sekitar pukul 19.30 wib. Saat itu, pembantu yang bernama Lian keluar dari kantor untuk membuang sampah.

Tiba tiba, saat Lian masuk kembali ke dalam kantor, pelaku sudah berada di dalam kantor dengan menggunakan penutup wajah sarung dan langsung menodongkan pisau kearahnya. ‎Ia disandera lalu dibawa ke lantai atas.

Disana, pelaku langsung memukul kaca pintu ruangan yang terdapat brankas dan mengambil uang yang ada di dalam brankas tersebut.

Usai menerima laporan perampokan, Tim Opsnal Polsek Tampan langsung melakukan penyelidikan.

Dari rekaman kamera CCTv yang putar ulang, hasilnya belum mengarah ke identitas pelaku. Namun, dari pencatatan keterangan dan interogasi saksi-saksi termasuk si Pembantu, petugas mulai mencurigai Satpam tersebut.

‎"Dari keterangan pembantu, suara dan ciri-ciri si pelaku mengarah ke Satpam itu," ungkap Edy.

Dalam hitungan jam, Tim Opsnal akhirnya berhasil menangkap Desmirwan. Saat ditangkap, petugas juga berhasil mengamankan uang Rp 50 juta yang disembunyikan Desmirwan di dalam seng di tanah perkebunan.‎

Edy menuturkan, sebagai orang 'dalam', Desmirwan sudah mengetahui seluk beluk aktivitas di kantornya itu.

"Dia sudah mempelajari cara masuk dengan menunggu si pembantu membuang sampah pada sore hari," ucap Edy.

Akhirnya, saat waktu yang direncanakan tiba. Sore itu, Ia terlebih dahulu pulang. Lalu, menjelang maghrib, Ia kembali lagi dengan pakaian ala perampok dan langsung masuk ke dalam kantor saat pembantu membuang sampah.

Dalam pengakuannya, Desmirwan mengaku nekat merampok kantornya sendiri lantaran sakit hati dan desakan ekonomi. [red]