Riau Belum Berstatus Tanggap Darurat Banjir, ini Alasannya!

Riau Belum Berstatus Tanggap Darurat Banjir, ini Alasannya!

Beritariau.com, Pekanbaru - Meskipun banjir sudah mengepung dan merendam lima kabupaten di Provinsi Riau, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau belum bisa menetapkan status tanggap darurat banjir.

Dikatakan Kalaksa BPBD Provinsi Riau, Edwar Sanger, Jumat (10/3/2017) pagi, banjir memang sudah melanda lima kabupaten. Yakni Pelalawan, Rokan Hulu (Rohul), Kuantan Singingi (Kuansing), Indragiri Hulu (Inhu), dan Kampar.

Hanya saja, baru Rohul saja yang sudah menetapkan status tanggap darurat banjir, yakni pada 28 Februari 2017 lalu. Sedangkan empat kabupaten lainnya belum menetapkan.

"Memang lima daerah yang terdampak banjir, tapi baru satu yang menetapkan tanggap darurat banjir," kata Edwar.

Padahal, syarat untuk menentapkan status tanggap darurat tingkat provinsi minimal harus ada dua daerah yang terlebih dahulu menetapkan status tanggap darurat banjir.

"Syaratnya harus ada dua daerah yang mendahului menetapkan status tanggap darurat banjir dulu. Ini baru Rohul," urainya.

Selain Rohul, Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu daerah rawan yang telah terdampak banjir. Yang mana, daerah bantaran Sungai Kampar di wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau mulai rata direndam banjir.

Saat ini, kecenderungan air Sungai Kampar semakin meninggi.Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio saat dihubungi Kamis (9/3/2017) kemarin. "Air sudah mulai naik sejak kemarin," ungkapnya.

Ia melaporkan, seperti halnya SDN 004 Muara Sako sudah terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata 50 cm. Pihaknya terus bersiap siaga dan mengantisipasi akan terjadinya musibah banjir di wilayah Pelalawan.

"Di Kelurahan Langgam, air dari luapan Sungai Kampar sudah naik dan merendam bangunan sekolah," katanya. [red]