H-2 Jelang Pilwako Pekanbaru, Satpol PP Terus Bongkar APK Pilkada

H-2 Jelang Pilwako Pekanbaru, Satpol PP Terus Bongkar APK Pilkada

Beritariau.com, Pekanbaru - Memasuki hari tenang jelang pemilihan walikota (pilwako) Pekanbaru, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru, Provinsi Riau masih saja kewalahan untuk membongkar alat peraga kampanye (APK) milik para paslon. Hingga H-2, APK pilkada itu pun masih terpasang di beberapa sudut kota.

"Memang masih banyak lagi (APK) yang harus dibersihkan. Hari ini kita akan lanjut sampai malam," kata Kepala Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, Senin (13/2/2017).

Pembersihan APK di Kota Pekanbaru mulai dilakukan ratusan personel Satpol PP sejak Minggu kemarin, mulai dengan jalan-jalan utama di Kota Pekanbaru. Selanjutnya, hari ini bersih-bersih APK fokus dilakukan di pinggiran kota dan kawasan pemukiman.

Meski sudah melakukan upaya pencopotan selama dua hari, dia mengaku masih cukup banyak APK yang terpantau masih terpasang. Ia mengatakan keterbatasan personel menjadi salah satu kendala jajarannya dalam upaya membersihkan APK tersebut.

"Kita masih terus bekerja sampai saat ini. Kita juga keterbatasan personel, jadi bertahaplah dibantu sama Polisi dan Panwas," tambahnya.

Zulfahmi mengatakan, pihaknya sebenarnya telah memberikan imbauan jauh hari sebelum masa tenang. Dan itu sudah dilakukan beberapa tim sukses. Namun karena belum benar-benar bersih maka satpol PP turun tangan.

Untuk itu, ia kembali meminta kepada setiap tim sukses masing-masing Paslon untuk bersama membantu membersihkan APK selama masa tenang yang berakhir Selasa besok (14/2/2017).

Pertarungan pemilihan kepala daerah di Pekanbaru diikuti lima pasangan calon. Pasangan pertama Dr Syahril berpasangan dengan Said Zohrin. Kemudian nomor urut dua Herman Nazar dan Deviwarman. Kedua pasangan calon itu maju melalui jalur independen.

Nomor urut tiga merupakan Pasangan petahanan Firdaus dan Ayat Cahyadi. Mereka diusung Partai Demokrat, PKS, dan Partai Gerindra.

Pasangan ke empat Ramli Walid-Irvan Herman diusung Partai Golkar, NasDem, Hanura, dan PKB. Ramli Walid adalah pegawai negeri Provinsi Riau yang menjabat Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah. Sedangkan Irvan Herman merupakan anak dari mantan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah.

Pasangan berikutnya nomor urut lima, Dastrayani Bibra-Said Usman diusung PDI Perjuangan dan PPP. [red]