Balita diduga jadi tindak kriminal di panti asuhan, pimpinan dewan ini salahkan Dinsos lemah awasi

Balita diduga jadi tindak kriminal di panti asuhan, pimpinan dewan ini salahkan Dinsos lemah awasi

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Sondia Warman SH MH mengaku kesal dengan Dinas Sosial (Dinsos) yang lemah dalam melakukan pengawasan saat mengetahui seorang balita di Kota Pekanbaru meninggal secara tidak wajar dengan luka penuh lebam di sakah satu panti asuhan yang ada di Kita Pekanbaru.

"Kita mempertanyakan bagaimana pengawasan dari Dinas Sosial baik Riau maupun kota Pekanbaru. Bagaimana bisa hal ini diketahui ketika sudah kejadian," kata Sondia, kepada wartawan, saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Senin (30/01/17).

Seperti diketahui, M Zikli bocah berusia 18 bulan, Senin (16/1/2017) sekitar pukul 16.00 WIB, meregang nyawa dengan luka yang tidak wajar. Kuat dugaan bocah malang ini menjadi korban penganiayaan.

Balita yang dititipkan oleh orang tuanya di Panti Asuhan Tunas Bangsa Jalan Lintas Timur KM 15, Kecamatan Tenayan Raya tersebut meninggal dunia setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

"Ternyata ada diduga tindakan kriminal dengan meninggalnya seorang anak. Kok baru tahu sekarang, begitupun dengan kondisi tempat panti asuhan yang diketahui tidak layak. Berarti disini ada lemahnya kontrol dari dinas terkait," tegas politisi PAN ini.

Kepada penegak hukum, Sondia berharap agar segera mengusut tuntas kejadian ini. Dan kepada Dinsos, dia menekankan untuk selalu melakukan kroscek di seluruh panti asuhan yang ada di Pekanbaru secara rutin. Minimal, 2 bulan sekali.

"Jangan gara-gara persoalan ini masyarakat tidak respect lagi memberikan bantuan kepada panti asuhan lainnya," pungkasnya. [bam]