Waspada!, Nyamuk Aedes Aegypti Banyak Berkembang-biak di Barang-barang ini!

Fogging untuk memutus mata rantai nyamuk Aedes Aegypti di Rohul
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Nyamuk Aedes Aegypti yang dikenal sebagai penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD) sangat mudah sekali berkembang biak di tengah masyarakat. Salah satu tempat favorit untuk perkembangan nyamuk ini adalah tumpukan ban-ban bekas yang yang tidak kunjung dimusnahkan.
Seperti diungkapkan Kepala Dinskes Rohul Grifino melalui Kasi Pemberantasan, Abu Sofyan pada Rabu (11/1/2017) kemarin. Diungkapkan bahwa ternyata 95 persen perkembangan Aedes Aegypti berada di ban bekas. Angka ini diperoleh setelah pihaknya melakukan survei dan langsung turun ke lapangan.
Ditambah lagi dengan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, kadang hujan dan panas. Kondisi ini membuat perkembangan nyamuk Aedes Aegypti semakin pesat. Bahkan hasil Survei yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Rokan Hulu (Rohul).
"Saat ini kita berada di siklus lima tahunan, dan saat kami turun ke lapangan. Ternyata, 95 persen lingkungan masyarakat masih banyak ban-ban bekas yang dibiarkan, " katanya di tengah pelaksanaan Fogging di Wonosari Barat, Desa Koto Tinggi, Rohul.
Ia menambahakan, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan mereka masih rendah. Hal tersebut terlihat masihbanyaknya barang-barang bekas yang berada di sekitar rumah.
Diakuinya, barang-barang bekas seperti ban, tong, kaleng dan lain-lainya, merupakan sarang dari perkembangan nyamuk penyebab penyakit Demam berdarah Dengue (DBD).
"Kita melihat, masyarakat lebih memilih membersihkan pekaranganya, setelah ada yang terkena DBD. Baru mereka bersihkan, padahal Pencegahan akan lebih mudah dan murah ketimbang mengobati," terangnya.
Abu juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan Fogging di seluruh tempat yang dirasa menjadi tempat perkembangan nyamuk Aedes Aegepti.
Sebagai informasi, selama 2017 ini sudah ada laporan masuk terkait DBD sebanyak 19 kasus. Diantaranya terjadi di kecamatan Rambah Hilir lima kasus, Rambah tujuh kasus , Tambusai Tiga, Ujungbatu dua kasus, dan kecamatan Tandun dua kasus. [cp]

