APK Pasangan BISA Dirobek OTK, Said Usman : ini jelas terorganisir

APK Pasangan BISA Dirobek OTK, Said Usman : ini jelas terorganisir

APK Dirobek OTK - Salah satu alat peraga kampanye pasangan Bibra-Said (BISA) yang dirobek OTK tepat di jalan Pattimura Ujung Kecamatan Sail |Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Alat peraga kampanye (APK) pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru nomor urut 5 Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (BISA) dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).

Dari laporan yang diterima di 12 kecamatan, ada puluhan APK yang dirusak seperti di Rumbai Pesisir, Tenayan Raya, Tampan, Sail dan lainnya. APK yang dirusak tersebut, kata Said, meliputi segala jenis APK baik yang dipasang KPU maupun oleh tim pemenangan BISA.

"Bukti sudah kita bawa. Kalau rusak karena faktor alam, kami tidak yakin karena ini jelas dilakukan secara sistematis dan terorganisir," kata Said Usman Abdullah saat dikonfirmasi di posko tim pemenangannya, di Jalan Kuantan, Selasa (03/01/17).

Menurutnya, ini jelas melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Kampanye Pemilihan. Seperti di Tenayan Raya, misalnya, ada puluhan titik APK yang dirusak, di Jalan Lembaga Permasyarakatan, Jalan Segar tenayan, Simpang Pattimura dan di titik-titik lainnya. 

Kerusakan ini seperti dirobek dan dilakukan dengan unsur disengaja menggunakan alat, bahkan ada beberapa APK yang langsung hilang tidak tahu dibuang kemana.

"Sobeknya aneh, bukan karena alam. Kan aneh, di hari yang sama rusaknya. Dipasang sampai dua tiga kali, tetap hilang juga, itu angin apa?" kata Said terheran.

Dirinya sangat menyayangkan dalam pesta demokrasi di Kota Pekanbaru masih saja dirusak oleh oknum yang tidak bertangung jawab sehingga terkesan tahapan Pilkada di Kota Bertuah ini berjalan dengan tidak fear.

"Kita minta dukungan kepada masyarakat. Agar memilih kepala daerah yang bisa mencerminkan santun dan wibawa. Kalau ada pihak yang bertanding seperti ini (tidak fear, red) masyarakat tentu juga menilai, masyarakat harus cerdas memilih pasangan agar daerah ini tidak dipimpin orang yang tidak mengerti membangun kota ini," pintanya. 

Said mengaku sangat menyesalkan kondisi ini. Sebab, sirusaknya APK miliknya baik berupa spanduk maupun baliho sudah sekian lama terjadi semenjak KPU mempersilahkan pasangan calon untuk memasang APK. Namun akhir-akhir ini, sudah semakin sistematis dan terorganisir maka sudah tidak bisa dibiarkan.

"Kita mengimbau kepada Panwas sama-sama memperhatikan, kalau itu sengaja kami tunggu pihak berwajib, seperti kepolisian sebagai leader Kamtibmas, kalau ada kesengajaan kita minta secara adil," pintanya.

Atas kondisi ini, Said merasa diteror oleh kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan proses demokrasi dalam tahapan Pilkada Pekanbaru ini. Dimana, mulai dari awal pihaknya menyatakan maju, sudah ada pihak yang berupaya menggugurkannya.

"Ini bukan masyarakat yang melakukan, masyarakat tak mungkin ada yangg sperti ini. Kebenaran itu harus ada, jangan sampai ada pihak yang mengklaim miliki wilayah. Semua kami berhak menciptakan dan menyambung aspirasi masyarakat, jangan sampai kecewa masyarakat. Sehingga pemimpin kedepan harus betul-betul memakmurkan masyarakat," paparnya.

Secara pribadi, menurut Said dirinya sangatmiris melihat kondisi di kota kelahirannya saat ini, dimana ada pihak-pihak yang tidak fear dalam mengikuti tahapan Pemilukada ini. "Inilah model kota kita, tentu jadi perhatian, membuka mata masyarakat," pungkasnya. [bam]