Tak ada respon perbaikan jalan Garuda Sakti, JRS: ada apa ini?

Tak ada respon perbaikan jalan Garuda Sakti, JRS: ada apa ini?

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga SE | istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE meminta supaya Pemerintah segera memperbaiki jalan Garuda Sakti KM 1 yang saat ini dalam keadaan rusak parah itu. Sudah banyak keluhan masyarakat yang datang kepadanya dan bertanya kapan Garuda Sakti di perbaiki.

''Kita belum tahu persis, siapa yang bertanggungjawab dengan perbaikan jalan Garuda Sakti itu, sementara keluhan masyarakat sudah banyak,'' kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI-P, Jhon Romi Sinaga SE, kepada wartawan, Minggu, (9/10/16).

Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi Riau atau Pun Pemerintah Pusat, sampai saat ini belum ada yang maju dan menegaskan kapan dilakukan perbaikan. ''Ada apa ini, mengapa tidak ada respon sama sekali, siapa yang bertanggungjawab soal perbaikan jalan ini?'' tanya Romi lagi.

Dikatakannya, oleh Pemerintah Kota menyebutkan, yang bertanggungjawab terhadap jalan Garuda Sakti itu adalah Pemerintah Provinsi Riau. Sedangkan dari pihak Provinsi Riau belum bergerak untuk memperbaiki. 

''Apa menunggu jalan itu menjadi danau, hingga tidak bisa dilewati lagi, atau bagaimana?'' sindirnya.

Saat ini, Romi menyebutkan, tidak adanya respon dari pemerintah, membuat masyarakat berinisiatif menimbun sendiri lubang-lubang yang menganga itu dengan tanah timbun. Namun dampaknya, saat cuaca panas, malah berdampak pada munculnya debu. Dari kerusakan jalan ini juga, tidak jarang membuat kelancaran menjadi terganggu, menjadi macet.

Politisi PDI Perjuangan ini tidak habis pikir, mengapa dibiarkan jalan itu sampai parah rusaknya, dan untuk perbaikan tidak ada sama sekali. ''Padahal sudah lama dikeluhkan masyarakat,'' tambahnya.

Untuk itu, dia meminta, ada perhatian dari Pemerintah, bagaimana persoalan ini direspon cepat. ''Kalau persoalan tidak ada anggaran untuk memperbaiki, harus disampaikan, biar masyarakat mengerti dan tidak ada tudingan lain-lain terhadap Pemerintah, besar lo dampaknya ini, selain berbahaya, juga berdampak pada perekonomian masyarakat,'' tuturnya. [bam]