Janji Tindak Anggota Yang Terlibat
Kapolda Riau geram! Mulai incar cukong illegal logging

KAPOLDA RIAU - Brigadir Jenderal Polisi Zulkarnain | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain mulai geram dan menebar ancaman akan menumpas habis para perambah hutan di Riau. Tak hanya penebang, para toke hingga pemilik modal akan disasarnya. Apalagi, baru-baru ini aktivitas perambahan hutan secara liar di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (GSK), Kabupaten Bengkalis, kembali terkuak.
"Sudah ada persoalan asap, salah satu sumbernya ilegal loging. Selama saya di sini, saya sikat mereka. Tidak hanya penebangnya, para toke dan pemilik modalnya saya sikat," tegas Zulkarnain, Jumat (07/10/16).
Sebagai langkah awal, Zulkarnain mengaku, dirinya telah meminta Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono agar berkoordinasi dengan aparat TNI setempat, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Seksi Wilayah II Sumatera, untuk membentuk tim guna mengungkap aktivitas tersebut.
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Polres Bengkalis telah menemukan dan mengamankan tumpukan ribuan tual kayu yang ditaksir sebanyak 50 kubik yang diduga hasil pembalakan liar (illegal logging, red) di dalam Kawasan Cagar Biosfer GSK di Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu.
"Kapolres Bengkalis lagi mengamankan kayu bersama Dandim (0303 Bengkalis) dan BBKSDA (Badan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, red) dan sedang mencari siapa penebangnya. Saya bilang, jangan penebangnya saja, tokenya juga. Kepada siapa menjual," tegasnya.
Diketahui, saat temuan di kawasan itu, petugas juga menemukan kanal yang memanjang langsung menuju areal Cagar Biosfer. Kanal itulah yang digunakan para cukong dan perambah mengangkut kayu dari hutan lalu dibariskan di pinggir jalan untuk selanjutnya dikirim ke kota-kota lain.
Zulkarnain mengaku, para penebang dan pengangkut ini tak bisa dibiarkan. Tapi yang lebih penting, adalah menciduk bos besar atau toke dari aktivitas yang mengakibatkan Cagar Biosfer menjadi rusak.
"Enak banget tokenya, kalau yang ditangkap cuma yang menebang, mengangkut. Walaupun mereka ikut serta, tapi yang jauh penting adalah tokenya, yang menyuruh melakukan," tegasnya lagi.
Ia mengaku geram dengan ulah para perambah dan cukong yang menggunduli hutan lindung itu. Meski begitu, pihaknya tetap mengedepankan aspek hukum.
"Sejujurnya saya gregetan dengan mereka. Tapi ingat, saya akan bertindak sesuai hukum," katanya.
Kegeraman ini cukup beralasan. Pasalnya, para cukong pembalak liar malah melarikan diri, cuci tangan saat diincar petugas. Karena pelaku langsung adalah yang memotong atau membalak kayu.
"Jadi saya tak main-main. Saya beritahu Kapolres. Saya beri apresiasi luar biasa jika dia bisa menangkap tokenya. Yang saya perintahkan, supaya masyarakat jangan mau disuruh menebang-nebang. Itu ada ketentuannya, tak boleh sembarangan," lanjutnya.
Untuk mengungkap dalang di balik perambahan liar di kawasan Cagar Biosfer itu, Polda Riau juga akan memberikan bantuan, termasuk proses penyidikan langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
Komitmen ini berulang kali disampaikan Zulkarnain. Bahkan, usai menghadiri Apel Akbar Hari Santri Nasional di Kantor Gubernur Riau, Kamis kemarin, Zulkarnain telah menegaskan akan menyikat habis para pembalak liar.
"Saya haramkan ada ilegal loging lagi di wilayah Riau. Saya akan sikat itu toke-toke illegal logging. Selama ini dibiarkan saja, saya sudah berkomitmen sampai ke tokenya saya sikat," tegasnya.
Selain itu, jika ada angggota yang terbukti ikut membekingi atau terlibat dalam perbahan hutan, Zulkarnain mengaku tak akan kompromi.
"Kalau ada anggota saya terlibat, itu urusan saya. Itu saya yang bereskan," tegasnya lagi. [red]

