Faktor Musim Hujan dan Angin Kencang
Takut Crane Tower tumbang di Simpang SKA, Dewan minta kepastian keamanan

Crane Tower pembangunan di persimpangan SKA Pekanbaru | istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Keberadaan crane tower pembangunan gedung, dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat. Apalagi, musim hujan dan angin kencang, crane tower bisa saja jatuh dan menimpa warga yang melintas.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD kota Pekanbaru, Ruslan Tarigan, kepada wartawan, Senin, (26/09/16). Politisi dari PDI-P itu menyebutkan, keluhan tentang crane tower pembangunan gedung, diterimanya langsung dari masyarakat secara lisan. Sebab, sampai hari ini, belum ada kepastian tentang keamanan dari crane tower tersebut.
"Kita contohkan crane tower bangunan yang ada di simpang SKA itu. Ukurannya besar sekali. Kalau jatuh, bisa mati orang semua. Sampai saat ini, belum ada kepastian dari pihak kontraktor soal keamanannya," kata Ruslan, kepada wartawan.
Menurutnya, jika dilihat dari tingkat keamanan, keberadaan crane tower itu cukup membuat rasa was-was ketika pengguna jalan melintas, apalagi saat crane tower itu beroperasi dan berdekatan dengan traffic light, puluhan kendaraan banyak yang berhenti.
"Kita mintalah baik itu dari pihak kontraktornya, maupun pengawasan dari Pemerintahnya, untuk dapat memberikan kepastian crane tower itu aman," tuturnya.
Sampai sekarang dia merasa khawatir keberadaan dua crane tower yang begitu dekat dengan jalan raya sekarang ini di lokasi itu belum memakan korban, tapi dia berharap kondisi tersebut harus di tegaskan.
"Ini saya pikir kewenangan dari Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru, untuk bisa melakukan pengawasannya," jelasnya
Karena, kata Ruslan, Disnaker bisa melakukan tera atau kalibrasi dari crane tower itu, termasuk juga melihat kekuatan dari crane tower.
"Kita tentu mempertanyakannya, seperti apa standarisasi dari crane tower itu. Disnaker harus melakukan pengecekan supaya tidak ada korban jiwa dalam proses pembangunan," pintanya.
Soal rencana hearing dengan pihak kontraktor, dan juga pihak Pemko, dikatakan Ruslan saat ini belum bisa dilakukan. Karena masih banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan komisi terhadap pembahasan APBD 2017.
"Sudah ada agendanya, namun untuk pelaksanaan hearing masih menunggu waktu. Saat ini kami masih sibuk dengan pembahasan APBD 2017 dengan sejumlah mitra kerja," ungkapnya.
Dipastikan, untuk pemanggilan hearing segera dilakukan, menanggapi respon dan keluhan dari masyarakat. "pihak kontraktor juga diharapkan membuka diri untuk menjelaskan kondisi crane tower nanti," tutupnya. [bam]

