Tutup MTQ ke-55 Kampar, Misharti Tekankan Pengamalan Al-Qur’an dan Pembinaan Qari

Beritariau.com, Gunung Sahilan -- Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Kabupaten Kampar tahun 2026 di Kecamatan Gunung Sahilan, Sabtu (17/10/2026) malam.
Penutupan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian MTQ yang berlangsung sejak 11 Oktober 2026. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan tahunan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia.
Dalam sambutannya, Misharti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ, mulai dari pemerintah kecamatan, panitia, dewan hakim, aparat keamanan, hingga masyarakat Gunung Sahilan yang menjadi tuan rumah.
“Kesuksesan MTQ ini merupakan wujud kecintaan kita kepada Al-Qur’an sekaligus hasil kerja sama, semangat kebersamaan, dan sinergi seluruh pihak. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan jajaran Kecamatan Gunung Sahilan yang telah menjadi tuan rumah dengan baik,” ujar Misharti.
Ia menegaskan, pelaksanaan MTQ tidak boleh berhenti sebatas perlombaan dan seremoni tahunan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus terus dihidupkan melalui kebiasaan membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Misharti, sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah-nya Riau, Kabupaten Kampar memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat syiar Islam serta membangun generasi yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Misharti juga berpesan kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi agar tidak cepat berpuas diri. Mereka diminta terus meningkatkan kemampuan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Riau yang akan digelar di Kabupaten Rokan Hulu.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, ia meminta agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat berlatih. Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi juga dari kesungguhan memperdalam ilmu Al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya.
LPTQ diminta perkuat pembinaan berkelanjutan
Pada kesempatan yang sama, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Tengku Said Hidayat, S.STP., menyebut MTQ ke-55 menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam, mempererat silaturahmi, serta membangun persatuan dan kebersamaan umat Islam di Kabupaten Kampar.
Ia turut mengapresiasi kontribusi jajaran Kecamatan Gunung Sahilan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), aparat keamanan, panitia, dewan hakim, dan masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Tengku Said menegaskan, keberhasilan pelaksanaan MTQ merupakan hasil sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kepada kafilah yang berhasil meraih prestasi, kami ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil, jangan menyerah dan terus tingkatkan kemampuan. Kita berharap melalui pembinaan yang berkelanjutan, kafilah Kabupaten Kampar mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah pada MTQ Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Rokan Hulu,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam memperkuat pembinaan secara intensif dan berkesinambungan. Pembinaan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan peserta sekaligus mengembangkan lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai tempat lahirnya generasi qari dan qariah berprestasi.
Dengan pembinaan yang terarah, Kampar diharapkan mampu mempersiapkan kafilah yang lebih matang untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi, sekaligus memperluas pengembangan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Penutupan MTQ ke-55 tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Dr. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy., Ketua BAZNAS Kampar Arizon, S.E., serta Ketua LPTQ Kampar Dr. H. Erman Gani, M.A.
Hadir pula jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Gunung Sahilan Sri Nuryani, para camat se-Kabupaten Kampar, kepala KUA, tokoh masyarakat, dewan hakim, panitia, dan seluruh kafilah peserta MTQ.
Berakhirnya MTQ ke-55 di Gunung Sahilan diharapkan tidak menjadi akhir dari semangat syiar Al-Qur’an. Pemerintah Kabupaten Kampar mendorong agar nilai-nilai yang digaungkan selama pelaksanaan kegiatan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, disertai penguatan pembinaan generasi Qur’ani demi mewujudkan masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. (*)

