25 Kampus Muhammadiyah Berhimpun di UMRI, Matangkan Arah Pendidikan Teknik Mesin
Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjadi pusat konsolidasi program studi teknik mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Melalui Musyawarah Anggota Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSTM-PTMA), sebanyak 25 perguruan tinggi anggota didorong memperkuat sinergi kurikulum, meningkatkan mutu akademik, serta menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri.
Musyawarah yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (12–13 Oktober 2026), digelar di Kampus Utama UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor III UMRI, Dr Wahyu Busyro, SE MESy PhD, pada Senin (12/10/2026).
Forum ini menjadi momentum bagi perguruan tinggi anggota untuk mempererat jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan teknik mesin di lingkungan PTMA.
Sejumlah pengurus APSTM-PTMA turut hadir, di antaranya Ketua Umum Ir Acep Wagiman, ST MT, Sekretaris Dr Ir Yepy Komaril Sofi’i, ST MT, dan Bendahara Ir Sulis Yulianto, ST MT. Hadir pula Dekan Fakultas Teknik UMRI Dr Ir Indra Hasan, ST MT IPU ASEAN Eng, Ketua Program Studi Teknik Mesin UMRI Dr Budi Istana, MEng, serta pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan peserta dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia.
Dekan Fakultas Teknik UMRI menyebut kepercayaan sebagai tuan rumah merupakan kebanggaan bagi program studi dan fakultas yang dipimpinnya. Ia berharap musyawarah tersebut tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi menghasilkan rumusan strategis yang dapat diterapkan oleh seluruh perguruan tinggi anggota.
Beberapa agenda penting yang menjadi perhatian meliputi penyelarasan kurikulum, peningkatan mutu akademik dan akreditasi program studi, serta penguatan kolaborasi sumber daya manusia.
Fakultas Teknik UMRI sendiri menaungi empat program studi, yakni Teknik Mesin, Mesin Otomotif, Teknik Industri, dan Teknik Kimia. Sejalan dengan perkembangan institusi, UMRI terus berupaya meningkatkan kapasitas pendidikan melalui pengembangan program studi dan peningkatan jumlah mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Umum APSTM-PTMA Ir Acep Wagiman mengapresiasi UMRI yang telah menerima dan memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah anggota. Ia menjelaskan, asosiasi tersebut menghimpun 25 perguruan tinggi sebagai wadah komunikasi dan kerja sama untuk mendorong kemajuan pendidikan teknik mesin.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi terus beradaptasi. Karena itu, pertukaran gagasan dan pengalaman antaranggota diperlukan untuk merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Acep Wagiman.
Wakil Rektor III UMRI, Dr Wahyu Busyro, juga berharap musyawarah tersebut melahirkan rumusan strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi teknik mesin di Indonesia.
Ia menekankan bahwa sinergi antarperguruan tinggi perlu diperkuat, terutama dalam penyelarasan kurikulum, peningkatan mutu akademik, pengembangan riset dan publikasi ilmiah, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.
Kolaborasi berkelanjutan dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing lulusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Wahyu juga menyoroti pentingnya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Keterhubungan tersebut diperlukan agar proses pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri.
“Semoga dengan kegiatan ini akan memajukan teknik mesin di Indonesia dan membawa kemajuan bagi anggota asosiasi di perguruan tinggi Muhammadiyah,” pesan Wahyu.
Penyelenggaraan musyawarah anggota APSTM-PTMA di UMRI diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas jejaring kerja sama antar-PTMA. Forum ini sekaligus membuka ruang berbagi praktik baik dan menyusun program kolaboratif untuk memperkuat kualitas pembelajaran, riset, publikasi ilmiah, serta kompetensi lulusan.
Melalui kerja sama yang semakin erat, UMRI bersama perguruan tinggi anggota APSTM-PTMA diharapkan mampu berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang teknik mesin yang unggul dan profesional, sekaligus menjawab tuntutan masyarakat dan perkembangan dunia industri. (*)

