Mahasiswa Fakultas Hukum UIR Tembus 16 Besar Nasional Debat Penegakan Hukum Pemilu 2026
Beritariau.com, Pekanbaru -- Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) di tingkat nasional. Tiga mahasiswa Fakultas Hukum UIR berhasil membawa nama kampus hingga babak 16 besar nasional Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI antarperguruan tinggi se-Indonesia 2026.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan argumentasi sekaligus memperdalam pemahaman mengenai hukum dan kepemiluan.
Tiga mahasiswa yang menjadi debater UIR yakni Kayla Salsabila, Lilis Tryohana Pasaribu, dan Intan Fadillah.
Official debater UIR, Hidayatul Jannah, mengatakan perjalanan tim UIR menuju tingkat nasional harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Mulai dari tahap eliminasi, regional, hingga akhirnya berlaga pada tingkat nasional di Jakarta.
"Setelah berhasil melewati tahapan regional, tim UIR melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional yang diselenggarakan di Jakarta. UIR menjadi salah satu perguruan tinggi yang berhasil melaju hingga babak 16 besar nasional," ungkap Hidayatul Jannah.
Perjuangan tim UIR dalam kompetisi tersebut turut mendapat pendampingan dari Dekan Fakultas Hukum UIR Assoc. Prof. Dr. Rosyidi Hamzah, S.H., M.H., bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama dan Dakwah Islamiyah Assoc. Prof. Dr. Zulkarnaini Umar, S.H., S.Ag., M.I.S.
Uji Kemampuan Hukum dan Argumentasi
Dekan Fakultas Hukum UIR menilai keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda dalam memahami berbagai persoalan hukum dan kepemiluan.
Menurutnya, kompetisi debat bukan hanya menjadi ajang adu argumentasi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun pendapat berdasarkan regulasi, serta memahami dinamika penegakan hukum pemilu.
"Hal ini menjadi gambaran bahwa pemahaman hukum di kalangan mahasiswa UIR semakin baik. Kami berharap pemahaman tersebut dapat menjadi modal penting dalam mendorong partisipasi mahasiswa untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas," ujarnya.
Sementara itu, Kayla Rizal Salsabila mengungkapkan kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga bagi dirinya dan rekan-rekan satu tim.
Menurut Kayla, capaian dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga proses panjang yang harus dilewati selama persiapan hingga pertandingan.
"Kompetisi ini mengajarkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Setiap latihan, kritik, kesalahan, hingga tekanan selama pertandingan menjadi bagian dari proses untuk mengenali kemampuan diri sekaligus memperbaiki kekurangan," katanya.
Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan mengenai penegakan hukum dalam penyelenggaraan pemilu.
Peserta dituntut mampu menyusun argumentasi secara sistematis, mempertahankan pendapat, serta mengaitkan setiap argumentasi dengan regulasi yang berlaku.
Bagi UIR, langkah hingga 16 besar nasional menjadi catatan tersendiri dalam pengembangan kemampuan akademik dan nonakademik mahasiswa Fakultas Hukum, khususnya dalam bidang hukum kepemiluan dan demokrasi. (*)

