Universitas Abdurrab Cetak Sejarah, Senam Neuroplasticity Massal Pecahkan Rekor MURI
Dok. Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Abdurrab (Univrab) kembali memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia ) Senam Neuroplasticity Peserta Terbanyak di Indonesia. Rekor ini terpecahkan saat 1.147 mahasiswa Universitas Abdurrab secara serentak melakukan Senam Neuroplasticity Terbanyak di sela-sela kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Univrab, di Gedung Susiana Tabrani Convention Hall (STCH), Jalan Bakti Pekanbaru, Kamis (1/10/2026).
Pengakuan ini diperkuat dengan penyerahan piagam penghargaan Rekor MURI oleh Direktur Marketing MURI Awan Rahargo, kepada Pembina Yayasan Abdurab Dr dr Susiana Tabrani MPd didampingi, Rektor Univrab Prof Susi Endrini SSi MSc PhD serta disaksikan Ketua Yayasan Abdurrab, Dr. Ruza Prima Rustam, Sp.OG, Wakil Rektor I apt. Isna Wardaniati, M.Farm, Wakil Rektor II Liza Trisnawati, M.Kom, Wakil Rektor III Universitas Abdurrab, dr. May Valzon, M.Sc, Wakil Rektor IV dr. Syamsul Bahri Rivai, Sp.OG, para dekan dan seluruh civitas akademik Univrab.
"Hari ini Universitas Abdurrab mencatat Rekor Senam Neuroplasticity Terbanyak di Indonesia dan terverifikasi oleh MURI. Ini menjadi rekor spesial karena menjadi sebuah komitmen Universitas Abdurrab untuk memberikan motivasi atau semangat dalam membangun kebiasaan hidup sehat, disiplin dan kolaboratif bagi mahasiswa baru dalam menjalani lingkungan perkuliahan. Selamat atas pencapaian Rekor MURI kelima untuk Universitas Abdurrab," kata Direktur Marketing MURI Awan Rahargo.
Pembina Yayasan Abdurrab Pekanbaru, Dr. dr. Susiana Tabrani, M.Pd menjelaskan Rekor MURI kali ini merupakan Rekor MURI kelima. Sebelumnya Universitas Abdurrab juga meraih Rekor MURI Pembacaan Gurindam 12 Pasal 5 oleh Mahasiswa Terbanyak (2023), Pembuatan Eco Enzyme Serentak oleh Civitas Akademika Terbanyak (2024), Khatam Alquran Terbanyak Bersama Civitas Akademika (2025) dan Penulisan Essay Biografi Tokoh oleh Mahasiswa Terbanyak (2025).
"Pemecahan rekor bukan sekadar mengejar popularitas atau sensasi, melainkan harus memiliki keterkaitan dengan keilmuan dan memberikan nilai edukasi bagi civitas akademika. gagasan pemecahan rekor MURI selalu dibicarakan dan dirancang bersama Rektor. Selain menjadi bagian dari branding institusi, setiap kegiatan yang diajukan diupayakan memiliki substansi yang sejalan dengan karakter dan bidang keilmuan universitas," ujar Susiana.
Untuk Rekor MURI kelima, Universitas Abdurrab mengangkat konsep aktivitas fisik yang dikaitkan dengan kemampuan konsentrasi dan fungsi otak. Gagasan tersebut berawal dari perhatian terhadap pola konsentrasi generasi muda, termasuk mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus.
Ia menyebut, dalam proses menyusun materi kepemimpinan dan pembelajaran, dirinya mempelajari berbagai penelitian mengenai hubungan antara aktivitas fisik, olahraga, konsentrasi dan kemampuan kognitif. Bagaimana Gen Z ini tingkat konsentrasinya di bawah delapan detik.
"Saya mencari penelitian tentang bagaimana dampak kalau kita bergerak dan olahraga terhadap kemampuan konsentrasi dan kecerdasan. Dari kajian tersebut muncul gagasan aktivitas fisik sederhana dapat diterapkan kepada mahasiswa dan civitas akademika tanpa membutuhkan biaya besar. Konsep itu selanjutnya dibawa ke bidang Fisioterapi Universitas Abdurrab. Tim kemudian mengembangkan bentuk gerakan yang dinilai lebih sesuai dengan karakter keilmuan dan tidak sekadar mengadopsi aktivitas yang sudah ada yang kemudian ditampilkan pada kegiatan pemecahan Rekor MURI ini," ucapnya.
Menurutnya, gerakan sederhana yang dilakukan selama beberapa menit dapat berkaitan dengan sirkulasi darah dan suplai oksigen ke otak sehingga diharapkan membantu meningkatkan konsentrasi.
"Jadi selalu ada hubungan dengan ilmu pengetahuan," tegasnya.
Bagi Universitas Abdurrab, Rekor MURI kelima akhirnya tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. Rekor tersebut menjadi bagian dari cara kampus memperkenalkan inovasi sekaligus membawa ilmu pengetahuan lebih dekat kepada mahasiswa dan masyarakat.
Rektor Universitas Abdurrab Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc menegaskan setiap rekor yang dibuat tidak sekadar mengejar jumlah atau menjadi kegiatan seremonial. Setiap tema dirancang memiliki konsep dan keterkaitan dengan ilmu pengetahuan. Untuk tahun ini, tema yang diangkat berkaitan dengan aktivitas fisik dan neuroplasticity atau kemampuan otak beradaptasi melalui aktivitas dan rangsangan. Konsep tersebut kemudian dikemas dalam gerakan yang diperagakan mahasiswa baru dengan iringan musik Melayu.
Menurut pihak kampus, aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan stimulasi sekaligus memperkenalkan konsep neuroplasticity kepada mahasiswa baru dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.
“Kami mengharapkan dengan adanya eksposur ini mahasiswa baru kita menjadi lebih cerdas, berpikir jernih, konsentrasi dan nanti mereka juga paham bahwa Abdurrab itu bukan sekadar mau memecahkan rekor MURI, tetapi punya konsep yang betul-betul milik sendiri,” jelasnya.
Setiap gerakan dalam kegiatan tersebut juga dirancang memiliki tujuan tertentu. Bahkan, beberapa gerakan dikaitkan dengan stimulasi konsentrasi dan aktivitas otak.
Konsep tersebut nantinya diperkuat melalui video yang menjelaskan tujuan dari setiap gerakan. Penjelasan juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya kampus mendukung visi internasionalisasi.
“Kita punya visi internasional. Karena itu, gerakan-gerakan tersebut juga dijelaskan dalam bahasa Inggris,” katanya.
1.147 Mahasiswa Ikuti PKKMB
Sebanyak 1.147 mahasiswa baru Univrab mengikuti kegiatan PKKMB, 1-3 Oktober 2024. Hari pertama PKKMB Universitas di Kampus II Univrab di Jalan Bakti Pekanbaru. Hari kedua PKKMB Universitas dan Fakultas. Sedangkan hari ketiga PKKMB Fakultas masing-masing.
Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd memberikan apresiasi kepada mahasiswa baru yang telah memilih Univrab sebagai tempat belajar. Visi Univrab “Menjadi Universitas Profesional berlandaskan nilai-nilai Rabbani, Amanah dan Beradab di tingkat internasional pada tahun 2045”. Univrab terus berbenah memenuhi segala sarana dan prasarana dan SDM sehingga mampu menjadi universitas unggul.
"Namun yang terpenting menurutunya selain mengejar gelar sarjana adalah bagaimana menjadi mahasiswa ataupun lulusan Univrab yang baik dan beradab," ujarnya.
Rektor Univrab Prof Susi Endrini SSi MSc PhD menjelaskan, sejumlah capaian yang sudah diraih Univrab sejauh ini baik di tingkat lokal Riau maupun nasional. Dari sisi fakultas dan jurusan, Univrab terus menambah prodi baru. Tahun ini Univrab memperoleh izin Program Profesi Apoteker. Univrab sudah terakreditasi unggul untuk Pendidikan Dokter, Profesi Dokter, Ilmu Komunikasi serta Teknik Informatika.Untuk penguatan mutu SDM, Univrab membuka kesempatan 35 dosen melanjutkan pendidikan doktoral ke jenjang S3. Prestasi terbaru Univrab meraih peringkat pertama pelaporan PDDIKTI terbaik periode 2025/2026 Ganjil kategori PTS besar di LLDIKTI XVII. Peringkat pertama prestasi terbanyak pada pelaporan SIMKATMAWA 2026 di LLDIKTI XVII. Penghargaan khusus Pilmapres tingkat LLDIKTI XVII kategori disabilitas tahun 2026.
Demikian juga halnya capaian peringkat PTN dan PTS seluruh Indonesia, dari peringkat 234 nasional pada 2020 lalu, kini Univrab berada di peringkat 172 nasional dari 33.000 PTN dan PTS di seluruh Indonesia. Univrab juga peringkat 2 terbaik di Riau dari 68 PTS yang ada, peringkat 4 terbaik di LLDIKTI X (Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri).
Sementara dari sisi kinerja penelitian tingkat nasional, perkembangan Univrab juga sangat baik, pada 2018 lalu berada di klaster binaan, saat ini masuk ke klaster madya.
Universitas Abdurrab Kampus I beralamat di Jalau Ujung Nomor 73 Pekanbaru. Kampus II terletak di Jalan Bhakti, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai Pekanbaru Riau. Informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa menghubungi telepon selular 08116900026, media sosial Telegram, Facebook, Youtube dan TikTok @universitasabdurrabofficial. (*)

