Jalan Dharma Bakti Diprioritaskan, Wawako Markarius: Jangan Dipasang Portal

Jalan Dharma Bakti Diprioritaskan, Wawako Markarius: Jangan Dipasang Portal

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan pembangunan jalan alternatif menjadi salah satu prioritas infrastruktur, terutama ruas yang banyak digunakan masyarakat sebagai akses penghubung dan jalur pengurai kemacetan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Markarius Anwar, menyampaikan hal tersebut saat meninjau ruas Jalan Dharma Bakti RT 01/RW 07, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tuah Madani, Selasa (29/9/2026) sore.

Dalam peninjauan itu, warga berharap Pemko Pekanbaru dapat segera mengaspal Jalan Dharma Bakti. Ruas tersebut dinilai strategis karena menjadi jalur alternatif menuju Jalan HR Soebrantas, Buluh Cina hingga Jalan Garuda Sakti.

Markarius mengatakan, pembangunan jalan alternatif memang menjadi arahan Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tingkat pemanfaatan jalan oleh masyarakat.

"Memang arahan Pak Wali itu kita prioritaskan jalan-jalan alternatif yang memang banyak digunakan oleh masyarakat. Namun bertahap. Mudah-mudahan insyaallah ini kita tuntaskan," kata Markarius.

Menurutnya, Jalan Dharma Bakti memiliki posisi strategis karena dapat menjadi jalur alternatif ketika terjadi kepadatan kendaraan di sekitar persimpangan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Garuda Sakti.

Terlebih, rencana pembangunan flyover di kawasan tersebut diperkirakan akan berdampak terhadap arus lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung. Kondisi itu membuat keberadaan jalur alternatif dinilai semakin penting.

"Apalagi pengerjaan (flyover) tentu akan macet. Jadi jalan ini memang harus segera kita bangun, sebagai alternatif," ujarnya.

Markarius juga mengingatkan masyarakat agar nantinya tidak memasang portal apabila ruas Jalan Dharma Bakti telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah.

Ia menegaskan, jalan yang dibangun pemerintah harus dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan tidak boleh dibatasi penggunaannya secara sepihak.

"Tentu permintaan kita kepada masyarakat, kalau sudah dibangun jangan pakai portal-portal pulak ya. Nanti tidak bisa orang lewat. Artinya harus bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat. Ya mudah-mudahan ini bisa kita bangun," tegasnya.

Selain pembangunan badan jalan, warga juga menyampaikan persoalan drainase. Permukiman di sekitar Jalan Dharma Bakti disebut kerap mengalami genangan hingga banjir ketika hujan turun.

Aspirasi tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemko Pekanbaru dalam penataan infrastruktur kawasan, sehingga pembangunan akses jalan diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga diikuti dengan pembenahan sistem drainase.

Dalam peninjauan tersebut, Markarius didampingi Camat Tuah Madani Farid Irwan Maulana, kader Posyandu dan Dasawisma, Ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat setempat. (*)