Jalan Sanglar–Kotabaru Direkonstruksi, Material Batu dan Urpil Mulai Dimobilisasi

Jalan Sanglar–Kotabaru Direkonstruksi, Material Batu dan Urpil Mulai Dimobilisasi

Beritariau.com, Tembilahan -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus menggesa rekonstruksi Jalan Ruas Sanglar–Kotabaru. Sejumlah pekerjaan persiapan kini mulai berjalan, termasuk normalisasi akses jalur air dan mobilisasi material menuju lokasi pekerjaan.

Rekonstruksi ruas jalan sepanjang sekitar 1,6 kilometer itu dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Inhil.

Kepala Dinas PUTRPKP Inhil, Yusnaldi, ST, MM, mengatakan pekerjaan saat ini masih berlangsung sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Salah satu fokus persiapan berada di Parit Wagu, Desa Pebenaan, yang akan digunakan sebagai lokasi stock file atau tempat penumpukan material sebelum material tersebut dibawa menuju titik pekerjaan Jalan Sanglar–Kotabaru.

"Normalisasi Parit Wagu dilakukan agar ponton yang membawa material bisa masuk ke lokasi stock file. Setelah itu material dapat dimobilisasi untuk mendukung pekerjaan di ruas jalan," jelas Yusnaldi.

Menurutnya, akses menuju lokasi pekerjaan membutuhkan jalur air. Karena itu, kondisi Parit Wagu harus terlebih dahulu disiapkan agar dapat dilalui ponton pengangkut material.

Sebelumnya, kedalaman Parit Wagu berada di kisaran dua meter. Untuk mendukung mobilisasi material, jalur tersebut dinormalisasi hingga sekitar 4,5 meter sekaligus dilakukan pelebaran badan air.

Proses normalisasi kini telah berjalan dengan dukungan alat berat. Pada saat bersamaan, pekerjaan persiapan di badan jalan juga mulai dilakukan, salah satunya melalui perataan permukaan jalan menggunakan motor grader.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pekerjaan konstruksi berikutnya dilaksanakan.

Seiring dengan persiapan jalur mobilisasi, material batu dan urpil atau urugan pilihan dari quarry Balai mulai dipersiapkan untuk dikirim ke lokasi stock file di Parit Wagu.

"Insyaallah material batu dan urpil akan berangkat dari quarry Balai menuju stock file Parit Wagu," ujar Yusnaldi.

Setelah material terkumpul dan siap digunakan, pekerjaan akan berlanjut pada penghamparan material timbunan. Tahapan berikutnya mencakup pekerjaan beton Lean Concrete (LC) hingga pembangunan rigid pavement sebagai bagian dari konstruksi badan jalan.

Rekonstruksi Jalan Ruas Sanglar–Kotabaru merupakan proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp12.119.885.168 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan, penyedia juga telah menerima uang muka sebesar 20 persen dari nilai kontrak. Uang muka tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan awal pekerjaan, termasuk persiapan dan mobilisasi.

Yusnaldi menegaskan, pekerjaan masih terus berjalan dan pemerintah daerah mendorong seluruh tahapan dapat dilaksanakan secara maksimal hingga proyek selesai sesuai masa kontrak.

"Waktu pelaksanaan sampai dengan akhir tahun," tegasnya.

Dengan normalisasi Parit Wagu yang terus berjalan serta mulai dimobilisasinya material batu dan urpil, progres pekerjaan Jalan Sanglar–Kotabaru kini memasuki tahapan penting menuju pekerjaan konstruksi utama.

Dinas PUTRPKP Inhil memastikan pengawasan terhadap proyek tersebut terus dilakukan agar pelaksanaan pekerjaan memenuhi ketentuan teknis dan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. (*)