UIN Suska Riau Gandeng IPTA dan IKMI, Perkuat Kolaborasi Pendidikan hingga Pemberdayaan Umat

UIN Suska Riau Gandeng IPTA dan IKMI, Perkuat Kolaborasi Pendidikan hingga Pemberdayaan Umat

Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau memperkuat jejaring kolaborasi dengan Institut Pendidikan dan Teknologi ‘Aisyiyah Riau (IPTA Riau) serta Idarah Kemakmuran Masjid Indonesia (IKMI) Provinsi Riau.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan umat di Riau.

Rektor IPTA Riau, Dr. Nini Aryani, M.Pd., mengatakan kerja sama tersebut menjadi landasan formal bagi hubungan yang sebelumnya telah terjalin antara IPTA Riau dan UIN Suska Riau. Selama ini, sejumlah dosen UIN Suska telah berkontribusi dalam kegiatan akademik di IPTA Riau, termasuk program pengabdian kepada masyarakat seperti pembinaan UMKM.

Menurutnya, peluang kolaborasi ke depan semakin terbuka seiring transformasi kelembagaan IPTA Riau dan bertambahnya program studi, termasuk Sistem dan Teknologi Informasi, Pendidikan Ekonomi serta PG PAUD.

IPTA Riau juga menargetkan perluasan kerja sama dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah fakultas di UIN Suska Riau, termasuk Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Dakwah.

Sementara itu, Ketua IKMI Riau Muhammad Trisakti menyatakan kesiapan lembaganya memperkuat kerja sama dalam program kaderisasi dan pemberdayaan umat. IKMI selama ini menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari kaderisasi dai, pembinaan remaja hingga pemberdayaan masyarakat di desa-desa yang membutuhkan pendampingan.

Menurut Trisakti, kerja sama dengan UIN Suska memiliki potensi besar karena banyak pengurus dan anggota IKMI di berbagai kabupaten/kota di Riau merupakan alumni UIN Suska.

Kolaborasi tersebut salah satunya dapat diwujudkan melalui penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa binaan IKMI. Dengan demikian, program KKN diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Wakil Rektor III UIN Suska Riau, Dr. Harris Simaremare, S.T., M.T., menegaskan bahwa MoU tersebut harus segera diterjemahkan ke dalam program konkret yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

UIN Suska, kata dia, tengah menyiapkan skema yang mengintegrasikan ribuan mahasiswa KKN dengan peta kebutuhan masyarakat di berbagai desa binaan IKMI. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program pengabdian lebih terarah dan menghasilkan solusi yang terukur.

“Kerja sama ini harus memberikan impact langsung bagi masyarakat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam tindak lanjut kolaborasi tersebut.

Selain pengabdian, UIN Suska juga membuka peluang riset bersama dengan IPTA Riau dan IKMI. Para mitra didorong menyusun proposal penelitian kolaboratif untuk memperoleh dukungan pendanaan hibah penelitian dari Kementerian Agama.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi berkembang menjadi program pendidikan, penelitian, pengabdian, pemberdayaan ekonomi dan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.

Dengan menggandeng institusi pendidikan dan organisasi keagamaan, UIN Suska Riau menargetkan terbentuknya ekosistem kolaborasi yang mampu mempertemukan kekuatan akademik, teknologi dan pembinaan umat untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat di Riau. (*)