Tiga Mahasiswa FH UIR Lolos Kompetisi Debat Bawaslu RI, Siap Berlaga di Tingkat Regional

Tiga Mahasiswa FH UIR Lolos Kompetisi Debat Bawaslu RI, Siap Berlaga di Tingkat Regional

Beritariau.com, Pekanbaru -- Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) berhasil melaju ke tingkat regional dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia.

Ketiganya tergabung dalam satu tim, yakni Kayla Rizal Salsabila, Lilis Tryohana Pasaribu dan Intan Fadillah. Mereka dijadwalkan mengikuti kompetisi tingkat regional di Jakarta pada 18–25 Agustus 2026.

Perjalanan menuju tingkat regional tidak mudah. Kompetisi tersebut sebelumnya diikuti 409 tim yang berasal dari 291 perguruan tinggi. Setelah melalui tahapan seleksi, hanya 48 tim terbaik yang berhak melanjutkan ke tingkat regional, termasuk delegasi Fakultas Hukum UIR.

Official debater UIR, Hidayatul Jannah, mengatakan persiapan tim dilakukan secara intensif. Setiap mosi dibedah dari berbagai sudut pandang, baik pro maupun kontra, dengan memperkuat argumentasi melalui regulasi, putusan, teori hukum dan data yang relevan.

Menurutnya, kompetisi debat hukum menuntut lebih dari sekadar kemampuan berbicara. Para peserta harus mampu memahami persoalan secara mendalam, membaca argumentasi lawan, menemukan dasar hukum yang tepat dan mempertahankan pendapat di bawah tekanan.

Kekompakan tim juga menjadi salah satu kunci persiapan. Perbedaan pandangan selama latihan justru digunakan untuk menguji sekaligus memperkuat argumentasi sebelum menghadapi pertandingan.

Bagi para mahasiswa, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang mengejar prestasi. Pengalaman ini menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, melakukan riset, menyusun argumentasi hukum dan menyampaikan gagasan secara sistematis.

Kayla Rizal Salsabila mengatakan proses persiapan memberikan pelajaran bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Latihan, kritik, kesalahan dan tekanan selama pertandingan menjadi bagian dari proses untuk mengenali kemampuan sekaligus memperbaiki kekurangan.

Sementara itu, Lilis Tryohana Pasaribu menilai kompetisi tersebut memberinya kesempatan mengembangkan kemampuan menyampaikan argumentasi secara lebih terstruktur. Ia belajar bahwa pendapat yang kuat harus didukung dasar hukum dan pemahaman mendalam terhadap persoalan yang dibahas.

Keberhasilan tim UIR melaju ke tingkat regional tidak terlepas dari dukungan civitas akademika. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Hukum UIR memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mengaplikasikan ilmu hukum dalam persoalan aktual.

Dengan lolosnya 48 tim terbaik, delegasi UIR kini bersiap menghadapi persaingan tingkat regional di Jakarta. Ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa UIR untuk membawa nama kampus dan menguji kemampuan mereka dalam forum debat hukum tingkat lebih tinggi. (*)