67 Warga Rohil Terima Bantuan Bedah Rumah Lewat Aspirasi DPR RI

Beritariau.com, Rohil -- Sebanyak 67 warga Rokan Hilir (Rohil) menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah Tahun Anggaran 2026 melalui jalur aspirasi DPR RI.
Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles secara resmi membuka kegiatan peletakan batu pertama program BSPS di Dusun Sidorejo, Kepenghuluan Serusa, Kecamatan Bangko, Senin (10/8/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari realisasi program aksi 3 Juta Rumah Presiden RI Prabowo Subianto. Bantuan untuk masyarakat Rohil diperoleh melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi NasDem, Fadholi, yang dikawal bersama fungsionaris DPP NasDem, Ok Fakhru Hidayat.
Jhony Charles menyampaikan apresiasi kepada Fadholi yang dinilainya telah memperjuangkan aspirasi masyarakat Rohil meski berasal dari daerah pemilihan berbeda.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Fadholi. Ketulusan beliau dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat kita sangat luar biasa,” ujar Jhony.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas komitmen menghadirkan program perumahan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas komitmennya menghadirkan program 3 juta rumah yang manfaatnya langsung menyentuh masyarakat bawah di daerah,” tambahnya.
Pada 2026, sebanyak 67 penerima bantuan tersebar di enam kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Bangko sebanyak 23 penerima, Rimba Melintang 15 penerima, Tanah Putih 11 penerima, Simpang Kanan 10 penerima, Bagan Sinembah 6 penerima dan Balai Jaya 2 penerima.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kuota yang ada saat ini. Fadholi ditargetkan kembali memperjuangkan tambahan bantuan hingga mencapai 500 penerima bagi masyarakat Rohil yang membutuhkan.
Jhony juga mengingatkan masyarakat untuk mempertahankan semangat gotong royong selama proses pembangunan rumah. Ia berharap program bedah rumah sekaligus dapat meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Hal tersebut dinilai penting karena Pemkab Rohil tengah menghadapi persoalan malaria yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Penanganan malaria tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan harus bersama-sama. Saya berharap program bedah rumah ini tidak hanya memperbaiki fisik hunian, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata guna memutus rantai penularan penyakit,” pungkasnya. (*)

