Polisi Beberkan Hasil Investigasi Kematian Mahasiswa PPDS Unri di Siak

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos (Foto: Dok. Istimewa)
Beritariau.com, Pekanbaru -- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak mengungkap hasil penyelidikan terkait meninggalnya seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau berinisial ACL. Berdasarkan hasil penyelidikan yang melibatkan sejumlah ahli, polisi menyimpulkan tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Kesimpulan itu disampaikan dalam konferensi pers yang menghadirkan tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Polda Riau, ahli psikologi forensik dari Universitas Islam Riau, serta tim Laboratorium Forensik Polda Riau.
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos, mengatakan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh melalui olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan rekaman CCTV, autopsi, uji laboratorium forensik, analisis digital, hingga pemeriksaan sejumlah saksi.
"Dari seluruh rangkaian penyelidikan yang dilakukan, tidak ditemukan indikasi adanya keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini," ujar Raja Kosmos, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, rekaman CCTV menunjukkan korban datang seorang diri menuju lokasi sebelum ditemukan meninggal dunia. Selain itu, hasil pemeriksaan forensik dan laboratorium turut menjadi dasar dalam menyimpulkan penyebab kematian.
Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam korban serta menggandeng ahli psikologi forensik untuk memahami kondisi psikologis korban sebelum meninggal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban diduga mengalami tekanan psikologis yang dipengaruhi oleh berbagai persoalan, termasuk beban pendidikan serta masalah finansial. Penyidik juga menemukan adanya riwayat utang pinjaman daring dan pengeluaran keuangan yang cukup besar.
"Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari hasil analisis psikologi forensik yang dilakukan dalam penyelidikan," kata Raja Kosmos.
Polres Siak menyatakan proses penyelidikan telah dilakukan secara profesional dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu agar penyebab kematian dapat diungkap secara objektif.
Pihak kepolisian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh tim forensik, psikologi forensik, laboratorium forensik, dan para saksi yang telah membantu proses penyelidikan hingga selesai.
Bagi siapa pun yang sedang mengalami tekanan emosional, stres berat, atau merasa kesulitan menghadapinya, penting untuk mencari dukungan dari keluarga, teman, psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan. Mencari bantuan adalah langkah yang penting dan dapat membantu menghadapi situasi yang sedang dialami. (*)

