Serangan Monyet Liar di Tembilahan Meluas, Korban Capai 15 Orang

Serangan Monyet Liar di Tembilahan Meluas, Korban Capai 15 Orang

Beritariau.com, Pekanbaru -- Jumlah korban serangan monyet liar di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus bertambah. Hingga Selasa (4/8/2026), tercatat 15 warga menjadi korban gigitan satwa tersebut, termasuk beberapa anak-anak yang mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bersama tim gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap monyet liar yang masih berkeliaran untuk mencegah munculnya korban baru.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Junaidy, mengatakan operasi pencarian kini melibatkan personel DPKP, aparat keamanan, serta warga yang turut membantu menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian satwa tersebut.

"Korban gigitan monyet liar saat ini sudah mencapai 15 orang. Pada Senin kemarin saja terdapat empat korban baru, dan di antaranya merupakan anak-anak," ujarnya.

Salah seorang korban anak laki-laki mengalami luka gigitan di bagian leher sehingga harus segera dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, dua pria dewasa dan seorang anak perempuan juga menjadi korban serangan di kawasan Lorong Kubur, Parit 13, Kelurahan Tembilahan Hilir. Mereka mengalami luka gigitan di bagian kepala, tangan, paha, hingga punggung.

"Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan," kata Junaidy.

Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengambil langkah cepat. Sebelumnya, Bupati Inhil Herman bersama Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto telah mengunjungi para korban untuk memastikan kondisi mereka sekaligus memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herman menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna memastikan status monyet yang menyerang warga.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Hingga saat ini belum ada kepastian apakah satwa tersebut termasuk jenis yang dilindungi atau tidak," ujar Herman.

Ia juga memastikan seluruh korban akan mendapatkan bantuan penuh dari pemerintah daerah, termasuk pembiayaan pengobatan.

"Seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan personel kepolisian bersama tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi habitat sementara monyet liar tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menangkap satwa itu sekaligus mengantisipasi jatuhnya korban baru.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi kejadian, agar meningkatkan kewaspadaan, mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah, dan segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan monyet liar tersebut. Dengan operasi pencarian yang terus dilakukan, diharapkan ancaman terhadap keselamatan warga dapat segera diatasi. (*)