UMRI Jadi Tuan Rumah Rakor Perkaderan IMM se-Riau
Beritariau.com, Pekanbaru -- menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Riau Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sarasehan Perkaderan IMM se-Riau. Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 di Auditorium Kampus Utama UMRI tersebut mengusung tema "Pengembangan Kader untuk Kepemimpinan Masa Depan Indonesia".
Forum yang diinisiasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Provinsi Riau itu diikuti jajaran Bidang Perkaderan DPD IMM Riau bersama perwakilan enam Pimpinan Cabang (PC) IMM se-Riau. Rakor menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi sistem kaderisasi sekaligus menyusun arah pengembangan kader yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dalam menghadapi dinamika sosial serta tantangan era digital.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari sarasehan bersama para mantan Ketua Umum DPD IMM Riau dan instruktur perkaderan, bedah Sistem Perkaderan Ikatan (SPI) IMM, hingga lokakarya mengenai penguatan perkaderan formal maupun informal. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat kualitas kaderisasi di lingkungan IMM Riau.
Ketua Panitia Pelaksana, Boy Syahril, S.I.Kom., mengatakan rakor tidak hanya berfungsi sebagai forum koordinasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan dalam merumuskan model kaderisasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
Menurutnya, proses kaderisasi yang baik merupakan fondasi utama dalam mencetak pemimpin organisasi yang memiliki arah perjuangan yang jelas. Karena itu, IMM perlu terus memperbarui pendekatan kaderisasi agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai organisasi di tengah masyarakat.
"Kami ingin melahirkan format perkaderan yang lebih inklusif dan sesuai dengan tantangan zaman. Kaderisasi yang baik akan menghasilkan kepemimpinan yang kuat, karena pemimpin yang tidak melalui proses kaderisasi yang benar akan kehilangan arah dalam menjalankan organisasi," ujarnya.
Boy juga menekankan bahwa kader IMM masa kini harus dibekali kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan global.
Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Riau, Alpin Jarkasih Husein Harahap, S.Kom., menyampaikan bahwa saat ini terdapat enam Pimpinan Cabang IMM yang aktif di Provinsi Riau. Ia mengingatkan bahwa setiap kader IMM harus membangun tiga kompetensi utama, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai identitas kader Muhammadiyah.
Menurut Alpin, religiusitas menjadi dasar moral dalam setiap gerakan organisasi, intelektualitas harus diwujudkan melalui budaya akademik yang jujur dan bebas dari praktik plagiarisme, sedangkan humanitas tercermin dari karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta memastikan keberadaan mereka mampu memberikan kontribusi positif bagi IMM maupun lingkungan sekitar.
Rakor secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau yang juga Koordinator Bidang Perkaderan, Dr. H. Baidarus, M.M., M.Ag. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kader merupakan inti gerakan Muhammadiyah sehingga proses kaderisasi harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
Menurut Baidarus, nilai religiusitas harus menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter kader. Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kampus Islami di lingkungan UMRI melalui penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kehidupan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
Ia menjelaskan bahwa proses kaderisasi harus dimulai sejak mahasiswa baru melalui Masa Ta'aruf (MASTA), kemudian dilanjutkan dengan Darul Arqam Dasar hingga jenjang kaderisasi berikutnya sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan.
Melalui sinergi antara Muhammadiyah, IMM, dan UMRI, diharapkan lahir kader-kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi. Rakor Bidang Perkaderan IMM Riau Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat sistem kaderisasi dan mencetak generasi pemimpin masa depan yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah. (*)

