Rektor UIR Admiral Terpilih Aklamasi Pimpin APTISI Riau Periode 2026–2031
Beritariau.com, Pekanbaru -- Rektor Universitas Islam Riau (UIR), Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Riau periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VII APTISI Riau yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Rektorat UIR, Senin (29/6/2026).
Muswil VII APTISI Riau dihadiri 35 pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari total 75 peserta yang terdaftar. Melalui mekanisme musyawarah, peserta sepakat menetapkan Admiral sebagai ketua untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari Prof. Dr. Rer. Pol. H. Syafrinaldi, S.H., MCL.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Admiral menyatakan kesiapannya mengemban amanah tersebut serta berkomitmen melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya selama lima tahun ke depan.
Selain menjabat sebagai Rektor UIR, Admiral juga merupakan pengurus APTISI Pusat yang membidangi urusan hukum. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat peran APTISI Riau dalam memperjuangkan kepentingan perguruan tinggi swasta di tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta saat ini membutuhkan kebersamaan dan kolaborasi antarinstitusi. Karena itu, APTISI Riau akan terus menjalankan fungsi advokasi serta menyuarakan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan tinggi swasta.
Ia mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta beserta yayasan untuk memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru agar organisasi dapat menjalankan program kerja secara optimal.
"Kerja-kerja advokasi dan aspirasi yang telah dilakukan mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat perlu terus dilanjutkan. Oleh karena itu, saya mengharapkan dukungan dari seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta beserta yayasan agar kepemimpinan ini dapat berjalan dengan semangat kebersamaan," ujarnya.
Admiral menilai, persoalan yang dihadapi perguruan tinggi swasta tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri. Sinergi seluruh anggota APTISI menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola, serta menghadapi berbagai perubahan kebijakan di sektor pendidikan tinggi.
Ia optimistis APTISI Riau dapat menjadi wadah yang solid dalam memperjuangkan kepentingan perguruan tinggi swasta sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi di Provinsi Riau.
Sesuai hasil Muswil, Ketua APTISI Riau yang baru diberi waktu selama 15 hari kerja untuk menyusun dan membentuk jajaran kepengurusan periode 2026–2031.
Musyawarah Wilayah VII APTISI Riau turut dihadiri Pelaksana Tugas Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya, perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII melalui Koordinator Kelompok Kerja Kemahasiswaan Firdaus, serta Ketua Pelaksana Muswil Meidizon Dahlan bersama para pimpinan perguruan tinggi swasta se-Provinsi Riau. (*)

