Heroik, Suami Selamatkan Istri dari Serangan Buaya di Inhil dengan Menusuk Mata Predator

Foto ilustrasi (Akal Imitasi)
Beritariau.com, Inhil -- Aksi heroik diperlihatkan seorang warga Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, yang nekat bergumul dengan seekor buaya demi menyelamatkan istrinya dari serangan predator tersebut.
Peristiwa terjadi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Parit Muara Lembu, pesisir Sungai Soren, Kecamatan Gaung. Korban, Aisah (32), saat itu sedang mandi di tepian sungai bersama anaknya ketika tiba-tiba diserang seekor buaya muara.
Buaya tersebut menggigit kaki kiri korban dan berusaha menyeretnya ke tengah sungai. Anak korban yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan sang anak, suami korban, Ujang, berlari menuju lokasi dan tanpa ragu terjun ke sungai untuk menyelamatkan istrinya. Dalam upaya penyelamatan itu, ia bergumul dengan buaya dan menusuk bagian mata hewan tersebut menggunakan tangannya hingga akhirnya buaya melepaskan gigitannya.
"Ketika mendengar ada yang minta tolong, saya langsung berlari ke belakang dan melihat istri saya sudah digigit buaya. Saya langsung terjun ke sungai dan menusuk mata buaya hingga akhirnya hewan itu melepaskan gigitannya," ujar Ujang.
Berkat aksi nekat tersebut, Aisah berhasil diselamatkan meski mengalami luka gigitan serius di kedua kakinya. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban telah mendapat penanganan medis setelah dievakuasi dari lokasi.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, mengingat habitat buaya masih berada di sejumlah kawasan sungai di wilayah tersebut.
Warga diminta menghindari aktivitas di tepian sungai seorang diri, terutama pada waktu-waktu yang berpotensi meningkatkan kemunculan satwa liar, guna mencegah terulangnya insiden serupa. (*)

