Mahasiswa KPI IAIN Bengkalis Edukasi Santri PMNH tentang Bahaya Game Online

Beritariau.com, Bengkalis – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester VI bersama dosen pengampu Mata Kuliah Teknik Fasilitasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis menggelar sosialisasi bertema “Identifikasi Isu Sosial: Kecanduan Bermain Game Online dan Cara Memverifikasi Berita Hoaks” di Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah (PMNH), Desa Bantan Tua, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) itu diikuti sekitar 100 santri dan santriwati di Aula Serbaguna PMNH. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu komunikasi dan pemberdayaan masyarakat terhadap berbagai isu sosial yang berkembang di era digital.
Dalam kegiatan itu, para peserta diberikan pemahaman mengenai dampak negatif kecanduan game online, mulai dari gangguan kesehatan, penurunan prestasi belajar, hingga berkurangnya interaksi sosial di kalangan remaja. Selain itu, para santri juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya literasi digital, khususnya kemampuan memilah dan memverifikasi informasi agar tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah, Ustad Adi Busoleh, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dalam memberikan edukasi kepada para santri.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Semoga para santri dapat mengambil manfaat dari materi yang disampaikan sehingga lebih bijak dalam menggunakan teknologi, baik dalam bermain game maupun menerima informasi,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para santri aktif mengikuti penyampaian materi dan terlibat dalam sesi diskusi mengenai fenomena kecanduan game online serta maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
Dosen pengampu Mata Kuliah Teknik Fasilitasi sekaligus pembimbing kegiatan, Imam Hakim, SP., M.Si., dalam kesempatan tersebut juga memberikan motivasi kepada mahasiswa dan para santri agar terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.
Menurutnya, pendidikan merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Pendidikan adalah tiket menuju masa depan, dan mereka yang sukses adalah mereka yang mempersiapkan dirinya mulai hari ini,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Imam Hakim juga memperkenalkan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki 14 program studi jenjang Strata 1 (S1) dan satu Program Magister Pendidikan Agama Islam. Ia mengajak para santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebagai investasi masa depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri mampu mengelola penggunaan game online secara bijak, memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima, serta menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan doorprize kepada para santri yang aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. (*)

