Sekolah Alam Bakau di Siak Cetak Generasi Penjaga Mangrove di Peringatan Hari Lingkungan Hidup 

Sekolah Alam Bakau di Siak Cetak Generasi Penjaga Mangrove di Peringatan Hari Lingkungan Hidup 

Beritariau.com, Siak - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laskar Mandiri menggelar kegiatan Sekolah Alam di kawasan Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Minggu (21/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menekan dampak perubahan iklim dan emisi karbon.

Ketua Pokmas Laskar Mandiri Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Khaidir, menjelaskan bahwa Sekolah Alam tersebut telah berjalan lebih dari dua tahun dan saat ini membina sekitar 40 peserta didik dari tingkat SD hingga SMP. Kegiatan pembelajaran rutin dilaksanakan setiap hari Minggu sebagai sarana edukasi sekaligus pembentukan karakter peduli lingkungan bagi anak-anak di wilayah pesisir.

Menurutnya, terdapat tiga fokus utama pembelajaran yang diberikan kepada para peserta, yakni pengenalan ekologi mangrove, pembentukan karakter cinta lingkungan, serta pemahaman terhadap kondisi lingkungan sekitar. Melalui pendekatan langsung di alam, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesadaran nyata dalam menjaga ekosistem pesisir.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari PT Imbang Tata Alam (ITA). Area Manager PT ITA, Hadi Purnawan, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon melalui berbagai program keberlanjutan. Ia mengapresiasi inisiatif Pokmas Laskar Mandiri yang konsisten membina generasi muda untuk mencintai alam.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Alam ini selaras dengan visi perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sehingga pihaknya berharap program tersebut dapat terus berjalan dan berkembang. Menurutnya, pendidikan lingkungan sejak usia dini merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya ekosistem.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat dan sektor swasta. Ia menilai keberadaan Sekolah Alam merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan daerah.

Syamsurizal juga berharap program serupa dapat direplikasi di kampung-kampung lain di Kabupaten Siak agar kesadaran lingkungan semakin meluas. Dalam kesempatan tersebut, ia turut meresmikan Rumah Bibit Mangrove Sekolah Alam Bakau yang diharapkan menjadi pusat pembibitan sekaligus sarana edukasi lingkungan.

Dengan adanya fasilitas tersebut, upaya pelestarian mangrove di pesisir Siak diharapkan semakin kuat, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan. (*)