Abrasi Terjang Dua Titik di Kuala Enok, BPBD Evakuasi Warga dan Siagakan Tim

Beritariau.com, Tembilahan - Bencana abrasi kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam sehari, dua titik abrasi terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (16/6/2026), mengakibatkan kerusakan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, kejadian pertama terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di kawasan Pasar Kuala Enok RT 001 RW 001. Selang beberapa menit kemudian, abrasi kembali terjadi di RT 001 RW 006 Jalan Kampung Jawa AEC.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, menjelaskan bahwa abrasi dipicu oleh pengikisan tanah akibat hantaman gelombang laut yang diperparah oleh kondisi tanah yang labil.
“Tim BPBD bersama unsur terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat, membantu evakuasi warga terdampak, menyalurkan bantuan bahan makanan pokok, serta melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan abrasi mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, seperti vihara, jalan umum, dan pelabuhan. Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak akibat bencana tersebut.
Di lokasi RT 001 RW 006 Jalan Kampung Jawa AEC, tiga rumah masuk kategori terancam sehingga penghuninya harus mengungsi. Dua kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara satu keluarga menempati rumah negara.
BPBD juga mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat. Estimasi nilai kerugian sementara akibat abrasi di dua lokasi tersebut mencapai sekitar Rp320 juta.
Beruntung, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban luka maupun korban jiwa. Namun, BPBD mengingatkan bahwa potensi abrasi susulan masih mungkin terjadi mengingat kondisi gelombang laut dan karakteristik tanah di kawasan pesisir Kuala Enok.
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir masih bersiaga di lokasi guna melakukan pemantauan dan memastikan keselamatan masyarakat.
BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar area terdampak agar meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar. Penanganan bencana ini turut melibatkan unsur TNI AL, Polri, pemerintah kecamatan, serta perangkat kelurahan setempat. (*)

