Piala Dunia 2026

Vinicius Selamatkan Brasil dari Kekalahan, Selecao Ditahan Maroko 1-1

Vinicius Selamatkan Brasil dari Kekalahan, Selecao Ditahan Maroko 1-1

Pemain Brasil Vinicius Junior, kanan, dan pemain Maroko Achraf Hakimi mengejar bola pada laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, 13 Juni 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Beritariau.com - Timnas Brasil gagal meraih kemenangan pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Maroko dengan skor 1-1 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) WIB. Dalam duel sengit yang mempertemukan dua tim unggulan grup tersebut, Brasil harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan berkat gol penyeimbang Vinicius Junior.

Maroko tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Tim berjuluk Singa Atlas itu langsung mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali merepotkan pertahanan Brasil melalui pergerakan Achraf Hakimi dan Noussair Mazraoui dari sektor sayap.

Sebaliknya, Brasil tampak kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan tinggi yang diterapkan Maroko membuat lini belakang Selecao kerap kehilangan bola, sementara aliran serangan dari lini tengah tidak berjalan mulus.

Dominasi Maroko akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21. Berawal dari serangan cepat, Brahim Diaz mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Ismael Saibari. Sepakan pemain PSV Eindhoven itu tak mampu dihentikan Alisson Becker dan membawa Maroko unggul 1-0.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin menarik. Brasil yang tertinggal mulai meningkatkan intensitas serangan dan perlahan menemukan ritme permainan. Serangan dari sisi kiri yang dipimpin Vinicius Junior mulai memberikan ancaman nyata bagi pertahanan lawan.

Upaya Brasil akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32. Vinicius menunjukkan kualitas individunya dengan melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan keras yang meluncur ke pojok atas gawang Yassine Bounou. Gol indah tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali harapan Selecao.

Setelah gol penyeimbang tercipta, kedua tim saling bertukar serangan hingga akhir babak pertama. Namun, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Brasil melakukan perubahan dengan memasukkan Fabinho dan Danilo untuk menambah keseimbangan permainan. Pergantian ini membuat Brasil lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi mereka tetap kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Maroko.

Maroko sendiri tidak tinggal diam. Tim asal Afrika Utara itu beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang memaksa lini belakang Brasil bekerja keras. Pergantian pemain yang dilakukan kedua pelatih juga membuat tempo pertandingan tetap terjaga sepanjang babak kedua.

Meski lebih banyak menguasai bola, Brasil gagal menciptakan peluang bersih secara konsisten. Di sisi lain, Maroko justru nyaris mencuri kemenangan pada masa tambahan waktu.

Pada menit ke-99, Neil El Aynaoui memperoleh peluang emas untuk membawa Maroko meraih tiga poin. Namun, Alisson tampil gemilang dengan melakukan dua penyelamatan beruntun yang menyelamatkan Brasil dari kekalahan dramatis.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah. Hasil ini membuat Brasil dan Maroko sama-sama mengoleksi satu poin pada klasemen sementara Grup C. Persaingan grup pun dipastikan semakin ketat mengingat Skotlandia telah lebih dulu mengamankan kemenangan pada laga pembuka.

Pada pertandingan berikutnya, Brasil akan menghadapi Haiti, sementara Maroko dijadwalkan berduel melawan Skotlandia dalam laga yang berpotensi menentukan peta persaingan menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. (*)