Katerina Susanti Perkuat Gerakan Anti-Bullying, Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak

Beritariau.com, Tempuling – Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying) saat menghadiri kegiatan SAPA (Sinergi, Advokasi, dan Peduli Anak) bertema Anti Bullying di Lingkungan Sekolah di Kecamatan Tempuling, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa tingkat SD dan SMP, para guru, wali murid, unsur pemerintah, serta berbagai pihak terkait. Acara menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Katerina menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik.
“Pendidikan bukan hanya tentang membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan adalah membentuk karakter, menanamkan nilai kasih sayang, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, praktik perundungan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, diperlukan peran aktif seluruh elemen, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat untuk mencegah dan menghentikan bullying sejak dini.
Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan anak, Katerina menjelaskan bahwa melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir, pihaknya menjalankan Program BUBUHAN (Gerakan Bersama Upayakan Bimbingan dan Hentikan Kekerasan pada Anak dan Perempuan). Program ini difokuskan pada pencegahan kekerasan serta penguatan perlindungan bagi anak dan perempuan.
Selain itu, melalui Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Indragiri Hilir, juga dilaksanakan Program GASING (Gerakan Aksi Sekolah Anti Bullying) yang bertujuan membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan.
“Kita ingin sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi mereka tanpa rasa takut. Karena itu, pencegahan bullying harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Katerina juga mengajak para siswa untuk membiasakan sikap saling menghargai, saling membantu, dan saling menyayangi dalam kehidupan sehari-hari. Sementara kepada para guru dan orang tua, ia mengimbau agar terus menjadi teladan yang baik, memperkuat komunikasi, serta meningkatkan pengawasan demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui kegiatan SAPA dan berbagai program perlindungan anak yang dijalankan, diharapkan sekolah-sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir dapat menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter generasi muda. (*)

