Kakanwil Kemenag Riau Tinjau Rehabilitasi 10 RKB di MTsN 2 Bengkalis

Beritariau.com, Bengkalis - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kementerian Agama RI, Muliardi, melakukan kunjungan kerja ke MTsN 2 Bengkalis dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program PHTC, Minggu (17/5/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada progres rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang mencakup pembangunan dan perbaikan ruang belajar di madrasah tersebut.
Dalam program PHTC ini, MTsN 2 Bengkalis mendapatkan bantuan rehabilitasi sebanyak 10 ruang kelas belajar (RKB). Selain itu, dilakukan pula rehabilitasi berat berupa pembongkaran total dua bangunan, yakni laboratorium dan ruang majelis guru, serta pembangunan satu unit mushalla.
Muliardi menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan madrasah agar lebih layak, aman, dan nyaman bagi proses belajar mengajar.
“Pembangunan dan rehabilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah. Kita ingin peserta didik dan tenaga pendidik memiliki fasilitas yang layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah membantu kelancaran proses rehabilitasi, termasuk penyediaan lokasi sementara bagi kegiatan belajar mengajar selama masa pembangunan berlangsung.
Selama proses rehabilitasi, kegiatan belajar mengajar MTsN 2 Bengkalis sementara dipindahkan ke MDA Tarbiyatussibyan Desa Selatbaru dan MDA Darul Fikri Desa Resam Lapis. Sementara itu, operasional kantor dipindahkan ke TPQ Ilmun Rosyid Desa Selatbaru agar aktivitas administrasi tetap berjalan.
Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis menyebutkan bahwa relokasi sementara ini dilakukan untuk memastikan proses pendidikan tetap berlangsung tanpa hambatan meskipun gedung utama sedang direnovasi.
MTsN 2 Bengkalis sendiri termasuk dalam Zona PHTC Riau 7 yang mencakup berbagai madrasah negeri maupun swasta di Provinsi Riau. Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran Kemenag daerah, pengawas pembangunan, serta pihak sekolah terkait. (*)

