Bupati Asmar Resmikan Festival Telaga Air Merah, Infrastruktur dan Wisata Desa Terus Berkembang

Beritariau.com, Meranti - Asmar resmi membuka Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang digelar di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu. Kegiatan tahunan tersebut kembali menjadi ajang promosi wisata, pelestarian budaya Melayu, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal desa.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes Tanjung Mandiri, dan PT Imbang Tata Alam dalam mengembangkan kawasan Wisata Telaga Air Merah menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata desa tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan mampu menciptakan dampak positif terhadap pembangunan daerah serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Festival ini bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti bahwa kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi potensi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa,” ujar Asmar.
Ia menambahkan, Festival Telaga Air Merah juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya Melayu di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat. Berbagai perlombaan tradisional yang digelar dinilai mampu memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.
Selain membuka festival, Bupati Asmar juga meresmikan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar tiga meter yang dibangun melalui dukungan PT Imbang Tata Alam dan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut sangat membantu mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Ia berharap jalan yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengatakan Festival Telaga Air Merah yang kini memasuki tahun keenam merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh elemen masyarakat desa bersama BUMDes dan pihak perusahaan.
Ia menyebutkan, pengelolaan Wisata Telaga Air Merah melalui unit usaha BUMDes Tanjung Mandiri terus menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2025 lalu, BUMDes tersebut berhasil menghasilkan pendapatan sekitar Rp183 juta yang turut memberikan kontribusi bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Perwakilan manajemen PT Imbang Tata Alam, Arif Hidayatullah, mengatakan pihaknya berkomitmen terus mendukung pengembangan potensi wisata dan pembangunan masyarakat di Kepulauan Meranti.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan Wisata Telaga Air Merah menunjukkan semangat masyarakat Desa Tanjung dalam mengubah kawasan embung menjadi destinasi wisata yang produktif dan menarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, BUMDes, serta masyarakat yang menyediakan homestay dan mendukung aktivitas wisata selama festival berlangsung. Kehadiran festival dinilai mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PT Imbang Tata Alam juga menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim dari sejumlah desa di sekitar wilayah operasional perusahaan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Usai membuka festival, Bupati Asmar turut membuka lomba pacu sampan dan lomba mencucuk atap yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026. Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon di kawasan wisata sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
Festival Telaga Air Merah tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, mulai dari pacu sampan, lomba mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK dan RA, pertunjukan seni budaya Melayu, barongsai, tari tradisional, orkes Melayu, api unggun, hingga camping ground di kawasan wisata Telaga Air Merah. (*)

