Ekonomi Siak Tumbuh Kuat, Lampaui Rata-rata Pertumbuhan Provinsi Riau dalam Lima Tahun Terakhir

Ekonomi Siak Tumbuh Kuat, Lampaui Rata-rata Pertumbuhan Provinsi Riau dalam Lima Tahun Terakhir

Beritariau.com, Siak - Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Siak menunjukkan tren positif dan signifikan dalam lima tahun terakhir. Dari yang sebelumnya hanya berada di angka 2,31 persen pada 2021, laju pertumbuhan ekonomi daerah ini terus meningkat hingga mencapai 5,87 persen pada 2025. Capaian tersebut bahkan berhasil melampaui rata-rata Provinsi Riau yang tercatat sebesar 4,79 persen pada periode yang sama.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan capaian tersebut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Ruang Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Rabu (13/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia memaparkan berbagai indikator makro pembangunan daerah yang menunjukkan perbaikan konsisten sejak 2021 hingga 2025.

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga mengalami peningkatan. Tingkat kemiskinan di Kabupaten Siak berhasil ditekan dari 5,18 persen menjadi 4,40 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata Provinsi Riau yang masih berada di level 6,30 persen, menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.

Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Siak juga mengalami kenaikan stabil, dari 73,98 menjadi 77,19. Pencapaian ini bahkan telah melampaui IPM Provinsi Riau yang berada di angka 76,31, menandakan adanya peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat secara bertahap.

Meski berbagai indikator menunjukkan kemajuan, Syamsurizal menegaskan bahwa pembangunan di Siak masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu isu utama adalah besarnya belanja pegawai yang masih berada di angka 37,84 persen atau sekitar Rp2,1 triliun, yang masih di atas target nasional sebesar 30 persen.

Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor migas maupun potensi daerah lainnya dinilai belum tergarap secara optimal. Pemerintah daerah juga masih bergantung cukup tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat, sehingga diperlukan upaya lebih agresif untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Ia menekankan perlunya inovasi dan percepatan dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru. Menurutnya, potensi sumber daya alam dan ekonomi di Kabupaten Siak masih sangat besar dan perlu dikelola secara lebih maksimal untuk meningkatkan PAD.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti beberapa tantangan lain seperti ketimpangan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing tenaga kerja dan ekonomi inklusif.

Untuk proyeksi tahun 2027, Kabupaten Siak memperkirakan total pendapatan daerah berada di angka sekitar Rp1,9 triliun, dengan PAD sebesar Rp449 miliar dan pendapatan transfer pusat sekitar Rp1,5 triliun. Pemerintah daerah menargetkan adanya peningkatan signifikan PAD di masa mendatang, bahkan diharapkan dapat mencapai Rp1 triliun.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat bergerak lebih cepat dan fokus agar Siak semakin maju dan mandiri secara fiskal,” ujar Syamsurizal. (*)